BJ Online TANGSEL – ‎Kesadaran masyarakat di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terhadap ketertiban administrasi kependudukan semakin membaik. Hal ini terlihat dari angka pelanggaran kepemilikan dokumen resmi administrasi kependudukan di Kota tersebut yang kian menurun.

“Jumlah pelanggaran menurun sekitar 25 persen,” ungkap Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangsel, Toto Sudarto, kemarin.

Lebih lanjut Toto mengatakan persentase turunnya angka kasus tindak pidana ringan (Tipiring) ini setelah program kegiatan bersandi Bina Kependudukan rutin digelar setiap tahunnya. Dimana persentase angka tersebut mengacu dari perbandingan pada program serupa yang digelar pada Tahun Anggaran 2015 lalu.‎

Toto mencontohkan, seperti halnya kegiatan Bina Kependudukan 2016 yang digelar‎ di dekat Lapangan Alap-alap, Kecamatan Ciputat. Di lokasi itu petugas gabungan menjaring sebanyak 3.605 orang warga yang melintasi Jalan Raya Jombang. Hasilnya, petugas menindak 117 orang karena tidak bisa menunjukan kartu identitas resmi kependudukan. Oleh petugas warga pelanggar digiring hakim dari Pengadilan Negeri Tangerang untuk mengikuti ke sidang Tipiring.

“Sanksinya didenda Rp50 ribu khusus Warga Negara Indonesia dan Rp100 ribu bagi Warga Negara Asing.‎ Dananya langsung masuk ke rekening kas daerah,” urainya.

Untuk itu Toto menghimbau agar warga senantiasa membawa kartu tanda pengenal jika pergi keluar rumah. “Target kami meningkatkan kesadaran masyarakat untuk selalu membawa KTP baik manual maupun elektronik setiap keluar rumahnya,” pungkasnya. (nov)