UKM Diharapkan Manfaatkan Kampung Digital

174

BJ Online SLEMAN – Bupati Sleman Sri Purnomo mengharapkan pelaku usaha kecil dan menengah dapat memanfaatkan keberadaan kampung digital sebagai sarana pemasaran produk. Melalui kampung digital diharapkan dapat dimanfaatkan optimal untuk mengembangkan usaha UKM,” kata Sri Purnomo saat peluncuran Kampung Digital di Lapangan Denggung, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu.

Menurut dia, jika sebelumnya produk lokal Sleman belum dipublikasikan dan dipasarkan melalui pasar online, ini adalah saat yang tepat untuk mengembangkan pasar UKM ke tingkat yang lebih luas. “Terlebih saat ini PT Telkom telah menyediakan infrastruktur telekomunikasi, serta memberikan pelatihan, pendampingan serta pemberian dana bergulir,” katanya.

Pengembangan UKM di Sleman melalui Program Bina Aspirasi Untuk Gerakan UKM di Seluruh Indonesia (BAGUS Indonesia), selaras dengan tema pembangunan Sleman pada 2017 yakni Memberdayakan potensi ekonomi lokal menuju kemandirian dan kesejahteraan masyarakat Sleman yang berbudaya. “Tema ini menggugah kami untuk menjadikan ekonomi lokal sebagai modal utama pembangunan di Kabupaten Sleman. Berangkat dari situ kami berupaya mendorong UKM di Sleman untuk terus mengembangkan diri sehingga tidak dipandang sebelah mata oleh pasar,” katanya.

Sri Purnomo menyambut baik ide pembuatan komitmen bersama antara Pemkab Sleman dan PT Telkom dalam mewujudkan kemajuan UMKM di Sleman. “Demografi masyarakat Sleman yang beragam menuntut variasi kebijakan yang berpihak pada kepentingan publik. Berlatar belakang hal ini, kami berharap besar kepada para pelaku usaha di Kabupaten Sleman untuk merumuskan kebijakan CSR yang tepat sasaran sesuai dengan demografi dan kebutuhan masyarakat Kabupaten Sleman,” katanya.

Kabupaten Sleman telah melakukan upaya penguatan Koperasi dan UKM. Pada 2015 Pemkab Sleman menggulirkan dana sebesar Rp6 miliar yang diperuntukkan bagi 26 koperasi dan UKM dan Rp150 juta untuk pengembangan pariwisata. “Dalam mengembangkan usaha di Sleman, kami juga lebih berorientasi pada pengembangan usaha-usaha yang dapat memberdayakan masyarakat. Artinya, usaha apapun yang dikembangkan di Sleman harus mampu menyerap sebagian besar tenaga kerja lokal,” katanya.

Kebijakan ini diambil, untuk melindungi masyarakat Sleman dari dampak-dampak negatif pengembangan usaha yang tidak melibatkan masyarakat sebagai tuan di rumah sendiri. “Dengan demikian, kami berharap dapat tercipta hubungan yang saling menguntungkan antara masyarakat dan pengusaha,” katanya.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Perindakop) Kabupaten Sleman Pustopo mengatakan peserta Gebyar 100 Kampung Digital diikuti 100 UKM yang terdiri 27 sentra industri, 35 kelompok UKM dan 38 desa wisata. “Tujuan kampung digital itu sendiri antara lain meningkatkan kemampuan masyarakat UKM menjadi UKM yang mandiri dan modern dengan dilakukan pembinaan secara terpadu, dan  meningkatkan pemberdayaan masyarakat UKM melalui upaya mendorong pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi secara komprehensip dan integratif untuk mendukung proses bisnis yang berjalan,” katanya. (ant)

BAGIKAN