BKPM Promosikan Reformasi Kebijakan Investasi Indonesia

534

BJ Online JAKARTA – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani mempromosikan reformasi kebijakan investasi yang telah dilakukan pemerintah Indonesia dalam forum bisnis di Berlin, Jerman. Forum bisnis yang dihadiri 250 investor Jerman itu dilaksanakan dalam rangkaian kunjungan Presiden Jokowi dan dihadiri langsung oleh Kepala Negara.

Dalam siaran pers BKPM yang diterima di Jakarta, Senin (18/4), Franky menjelaskan kemudahan berinvestasi di Indonesia, di mana investor cukup datang ke Kantor BKPM untuk mendapat seluruh layanan investasi, baik untuk berkonsultasi, mengurus perizinan dan fasilitasi ketika melakukan realisasi investasi.

Franky juga menekankan komitmen pemerintah Indonesia untuk terus melakukan reformasi kebijakan investasi guna mendukung kemudahan berbisnis di Indonesia.  Beberapa kebijakan yang dipaparkan antara lain revisi DNI untuk sektor industri, farmasi khususnya bahan baku obat dan e-commerce.

“Sebagai orang yang memiliki latar belakang bisnis, Bapak Presiden Jokowi memiliki komitmen kuat melakukan reformasi kebijakan yang mendorong kemudahan investasi. Salah satunya arahan beliau untuk me-review seluruh aturan yang menghambat investasi,” katanya.

Kunjungan Presiden Joko Widodo ke Eropa salah satunya bertujuan untuk menunjukkan bahwa Indonesia saat ini lebih terbuka dan telah mengalami perubahan yang penting dalam penyederhanaan perizinan.

Hal ini dilakukan untuk meyakinkan investor asing dan domestik bahwa Indonesia juga berdaya saing. Berdasarkan data BKPM investasi Jerman dari Jerman ke Indonesia dalam kurun 2010-2015  tercatat sebanyak 547 proyek investasi yang menyerap 38.382 tenaga kerja Indonesia.

Nilai keseluruhan investasi tersebut mencapai angka 552 juta dolar AS atau Rp5,2 triliun.  Pencapaian tersebut tergolong kecil bila dibandingkan dengan investasi Jerman ke seluruh dunia yang berada di posisi ketiga.  Dari data FDI Markets Financial Times, investasi Jerman di Indonesia hanya kurang dari 1 persen dari keseluruhan investasi mereka ke dunia. (ant)

BAGIKAN