Turunnya Harga Minyak Bebani Penguatan Rupiah

129

BJ Online JAKARTA – Laju mata uang rupiah bergerak menguat dibebani harga minyak mentah dunia yang menurun akibat tak tercapainya kesepakatan untuk menahan produksi minyak oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC). Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin sore bergerak menguat tipis sebesar tiga poin menjadi Rp13.174 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp13.177 per dolar AS.

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan di Jakarta, Senin (18/4), “Rupiah menguat tipis di tengah pelemahan mayortas mata uang komoditas di dunia setelah kabar produsen minyak global gagal untuk mencapai kesepakatan dalam membatasi level produksi.”

Harga minyak mentah masih menjadi isu utama yang dominan, diharapkan fluktuasinya tidak terlalu lebar yang dapat menekan mata uang komoditas. Terpantau harga minyak mentah jenis WTI Crude pada Senin (18/4) sore berada di level 39,15 dolar AS per barel, turun tiga persen. Sementara minyak mentah jenis Brent Crude di posisi 42,00 dolar AS per barel, melemah 2,55 persen.

Sementara itu. pengamat pasar uang Bank Himpunan Saudara Rully Nova mengatakan bahwa perkiraan data ekonomi domestik yang akan diumumkan pada pekan ini diantaranya investasi langsung asing (FDI) serta statistik utang luar negeri yang masih positif diharapkan terealisasi. “Sebagian investor menanti data itu sebagai acuan langkah selanjutnya dalam menentukan investasi ke depannya,” kata Rully Nova. (ant)

BAGIKAN