Utang Luar Negeri Naik 3,7 Persen

92

BJ Online PALEMBANG – Posisi utang luar negeri Indonesia per Februari 2016 tumbuh 3,7 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi 311,5 miliar dolar AS, dipicu meningkatnya pembiayaan untuk jangka panjang. Utang Luar Negeri (ULN) jangka panjang mencapai 273,2 miliar dolar AS hingga Februari 2016 atau tumbuh secara tahunan sebesar 5,8 persen, demikian dikutip dari publikasi statistik Bank Indonesia, Senin (18/4). “Sementara ULN berjangka pendek turun 9,5 persen (yoy) menjadi 38,3 miliar dolar AS,” tulis pubikasi BI.

Dari sisi peminjam, ULN Indonesia masih didominasi oleh swasta, yakni sebesar 52,8 persen dari total ULN, meskipun realisasi dari swasta terjadi penurunan secara tahunan.  Posisi ULN swasta turun 0,7 persen sehingga menjadi 164,6 miliar dolar AS pada akhir Februari 2016.

Sementara, ULN sektor publik (termasuk pemerintah) meningkat 9 persen (yoy) sehingga posisinya pada akhir Februari 2016 menjadi sebesar 146,9 miliar dolar AS. ULN Publik memiliki porsi 47,2 persen dari total ULN.  Pada sektor swasta, ULN banyak diserap oleh industri sektor keuangan, industri pengolahan, pertambangan, serta listrik, gas dan air bersih. Pangsa ULN keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 76,1 persen.

Bila dibandingkan dengan Januari 2016, pertumbuhan tahunan ULN sektor listrik, gas dan air bersih meningkat, sementara sektor keuangan melambat. Adapun pertumbuhan tahunan ULN sektor pertambangan dan sektor industri pengolahan masih mengalami penurunan. (ant)

BAGIKAN