Walikota Bogor Gusar Dengar Ada Calo KTP

224

BJ Online BOGOR – Walikota Bogor, Bima Arya, minta petugas di kantor Dinas Kependukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bogor terus meningkatkan kualitas layanan mereka kepada masyarakat. Bahkan orang nomor satu di Kota Bogor itu sempat terlihat emosi dan kecewa saat mendengar keluhan warga tentang praktik percaloan (joki) dalam pembuatan dokumen kependudukan seperti KTP, Akte kelahiran, KK dan lainnya.

“Mana coba panggil orangnya ke sini, lapor, bawa dokumen dan orangnya. Tunjukkan ke saya yang mana oknumnya itu, kalau itu benar saya sendiri yang menindaknya,” tegas Bima Arya, penuh nada emosi, pada saat melakukan inspeksi mendadak (sidak), di kantor Disdukcapil, Kota Bogor, Senin (18/4).

Menurut Bima Arya, baik buruknya sebuah pelayanan kepada masyarakat, dapat dengan mudah dilihat dengan sistem layanan dasar kependudukan di suatu daerah. “Layanan kependudukan seperti ini merupakan layanan dasar dari pemerintah kepada warganya. Untuk itu saya minta hal ini bisa dipercepat dan bisa dipermudah,” perintahnya.

Kegusaran Bima Arya ini sebetulnya mulai terlihat saat dirinya baru saja turun dari mobil dinasnya dan melihat fakta, ada ratusan orang terlihat mengantri berpanas -panasan di halaman kantor disdukcapail demi mendapatkan KTP dan lainnya. Kemudian saat dirinya akan memasuki halaman kantor sempat terhalang di depan pintu masuk gara-gara ada puluhan kendaraan motor yang diparkir sembarangan di depan pintu masuk halaman kantor.

“Mana ini petugas keamanan dan tukang parkirnya. Tolong ini motor dirapikan, jangan diparkir di depan pintu masuk seperti ini. Ini kan menghalangi orang yang akan masuk,” tegas Bima kecewa.

Bima Arya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor Disdukcapil Kota Bogor ini karena banyaknya keluhan dari warga terkait buruknya layanan yang selama ini dilakukan di kantor tersebut. Terlebih adanya informasi praktik calo (joki) pada saat pembuatan kartu kependudukan KTP,KK dan lainnya juga marak terjadi di kantor tersebut.

“Saya dapat laporan ngantrinya di sini lama, tidak nyaman dan lainnya. Kondisi seperti ini jangan sampai dimanfaatkan oleh oknum untuk mencari keuntungan dengan menawarkan jasa atau melakukan praktek percaloan di kantor ini,” peringatnya.

Kemudian, terkait informasi adanya joki yang berkeliaran dan memilik akses khusus dalam pembuatan KTP, Bima menegaskan bahwa itu harus dicegah dan ditindak tegas. “Saya minta masyarakatnya berani melaporkan oknum itu. Dan yang terpenting sekali lagi kalau mengurus KTP dan lainnya jangan sesekali melalui calo,” sarannya.

Di bagian lain politisi PAN itu juga mengungkapkan, saat ini Pemkot Bogor melalui Disdukcapil tengah menyusun program berupa layanan kependudukan di Bogor menggunakan sistem online yang dapat dilakukan di setiap kantor kecamatan. “Insya Allah, layanan kependudukan dengan sistem jaringan online ini akan mulai kita lakukan di setiap kantor kecamatan mulai bulan Juni nanti. Dengan begitu masyarakat tidak semua tumplek di sini seperti ini,” pungkasnya.(bas)

BAGIKAN