BJ Online JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) masih melakukan pemantauan dan komunikasi dengan perusahaan tercatat atau emiten yang belum memenuhi ketentuan minimal jumlah saham emiten yang beredar atau free float. “Beberapa emiten sudah kami kasih sanksi peringatan. Kita juga terus melakukan komunikasi dan memonitor emiten dalam memenuhi aturan free float, dan akan dilihat lagi pada bulan Juni nanti,” ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Samsul Hidayat di Jakarta, Selasa.

Ia mengemukakan bahwa ketentuan free float tercantum dalam Keputusan Direksi BEI Nomor: Kep-00001/BEI/01-2014 perihal Perubahan Peraturan Nomor I-A tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham yang diterbitkan oleh Emiten. Sejatinya, ketentuan itu efektif pada Januari 2016. Dalam aturan itu disebutkan, salah satu persyaratan bagi perusahaan tercatat untuk tetap tercatat di bursa yakni apabila memenuhi jumlah pemegang saham paling sedikit 300 pemegang saham yang memiliki rekening efek anggota Bursa Efek.

Kemudian, jumlah saham yang dimiliki oleh pemegang saham bukan pengendali dan bukan pemegang saham utama paling kurang 50.000.000 saham dan paling kurang 7,5 persen dari jumlah saham dalam modal disetor. Ia mengemukakan bahwa opsi untuk memenuhi ketentuan itu diantaranya melalui penerbitan saham baru (right issue), pemecahan saham (stock split), serta melepas langsung sahamnya di pasar sekunder.

Samsul Hidayat sebelumnya mengemukakan bahwa terdapat sekitar 18 emiten yang belum memenuhi ketentuan “free float” minimal 7,5 persen, sementara yang belum memenuhi jumlah pemegang saham sebanyak 300 pihak ada sekitar 40 emiten. “Kita berharap agar emiten bisa memenuhi ketentuan itu sehingga jumlah saham yang beredar menjadi lebih banyak yang akhirnya dapat meningkatkan likuiditas, dengan begitu nilai perusahaan menjadi lebih terbuka karena likuiditasnya naik,” ujarnya. (ant)

BAGIKAN