Depok Berlakukan Papan Identitas Sopir di Tiap Angkot

248

BJ Online DEPOK –  Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna mengaku bakal mewajibkan angkutan umum di Kota Depok menggunakan kartu identitas yang terpasang dalam angkot. Ini dilakukan untuk mencegah terulangnya perampokan disertai kekerasan di dalam Angkutan Kota (Angkot) D03 dengan jurusan Depok – Parung yang dialami seorang pedagang sayur di Depok beberapa waktu.

“Ke depannya, di setiap angkot akan ada nama, foto serta alamat para pengemudinya, agar para penumpang dapat dengan mudah mengetahui siapa nama supir berikut nomor polisi kendaraan,” jelasnya di Depok, Selasa (19/4).

Selain dapat memberikan rasa nyaman dan aman, hal tersebut juga diklaim dapat mempermudah masyarakat dalam pengaduannya kepada pihak yang berwajib. Namun, bila tanda identitas tak dipasang, Pradi akan mengancam menyita angkutan tersebut.

“Hal ini bisa menjadi salah satu persyaratan yang harus dipenuhi oleh para pemilik angkutan umum apabila mereka ingin melakukan uji KIR,” ujarnya.

Menurutnya, kini banyak terjadi kesimpang siuran antara mobil dengan supir asli dengan supir tembak sehingga menyebabkan lemahnya tanggung jawab di angkot tersebut. “Angkot itu bergantian dikasih ke supir tembak, surat surat-juga banyakan yang enggak lengkap,” jelasnya.

Selain itu, Pradi juga mengatakan segera mengambil tindakan tegas kepada para pelaku dan supir yang memanfaatkan hal tersebut. Sebab, imbas dari adanya aksi kriminal di dalam angkutan, banyak para sopir yang merasa dirugikan dan masyarakat menjadi resah.

Sementara itu, Aparat Satlantas Polresta Depok mulai gencar merazia angkot yang menggunakan kaca gelap, di Jalan Arif Rahman Hakim, Pancoran Mas, Kota Depok, Selasa (19/4) siang. Razia ini guna menekan angka kejahatan yang terjadi di dalam angkot pasca perampokan.

Kasat Lantas Polresta Depok, Kompol Sutomo, mengatakan petugas telah menjaring 12 pelanggar pengemudi angkot dengan menindak sekaligus mencopot film mobil di lokasi.

Mantan Kanit Regident Polresta Depok Kompol Sutomo mengatakan pihaknya mengacu pada Pasal 141 UU No.22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan yaitu perusahaan angkutan umum wajib memenuhi standar pelayanan minimal yang meliputi keamanan, keselamatan, kenyamanan, keterjangkauan, kesetaraan,dan keteraturan.

“Angkot yang memasang kaca film gelap dan dianggap membahayakan penumpang, serta rentan aksi kejahatan, maka langsung kita copot,” ungkap Kompol Sutomo.

Setelah melakukan pencarian dan pengejaran para pelaku, Anggota Buser Polresta Depok akhirnya berhasil menangkap perampok di kawasan Bintara, Bekasi, Selasa (19/4) siang.

Ironisnya satu dari dua pelaku merupakan pelajar SMP dan ditangkap ketika sedang belajar dalam kelas mempersiapkan ujian Nasional. Kapolresta Depok Kombes Pol Dwiyono penyergapan yang dilakukan mengamankan DNA (20), dan satu pelaku berstatus pelajar SMP yang duduk di kelas 3 SMP. “Kedua pelaku sudah ditangkap dan sekarang kedua pelaku baru dimintai keterangan petugas,”ujar Dwiyono.

Kapolres mengatakan sangat mengapresiasi Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Teguh Nugroho serta Kanit Buser AKP Eko dibantu anggotanya karena dengan cepat dapat mengungkap kasus pencurian kekerasan dalam angkot. “Para anggota sangat apresiasi karena cepat dan kompak sebagai tim,” ungkap Kapolres.

Sedangkan barang bukti yang diamankan, polisi berhasil menyita angkot trayek Pondok Ungu Bekasi B 1974 ZY, serta kunci roda yang digunakan pelaku untuk digunakan kejahatan. Kini para pelaku terancam pasal 365 KUHP dengan ancaman diatas 10 tahun. “Angkot dan alat keras yang digunakan untuk memukul korban sudah kita sita sebagai barang bukti,” ungkapnya.

Diketahui para pelaku membagi tugas masing-masing, ketika itu DNA menjadi pengemudi, sedangkan tersangka lainnya memukul korban dengan menggunakan kunci roda.(jif)

BAGIKAN