Dua Holding BUMN Terbentuk Juli

299

BJ Online JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengindikasikan pembentukan dua holding BUMN akan dipercepat dan diperkirakan pada Juli tahun ini sudah terbentuk dua bidang holding yakni pembangunan jalan tol dan pertambangan. “Dari sisi kita, Juli sudah terbentuk holding pembangunan jalan tol yang melibatkan sejumlah BUMN Karya,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono kepada pers usai menghadiri Konferensi Regional Kementerian PUPR di Jakarta, Selasa (19/4).

Kajian sementara menyebutkan untuk holding pembangunan jalan tol bertindak sebagai pemimpin adalah Hutama Karya karena sahamnya masih 100 persen pemerintah. “Kami juga ingin BUMN Karya lain sebagai peserta holding, tetap bisa ikut tender,” katanya.

Sebelumnya, pemerintah melalui Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno memang mengindikasikan untuk mempercepat pembentukan dua holding BUMN, yakni sektor konstruksi pembangunan jalan tol dan pertambangan, dari enam holding yang dikaji untuk dibentuk dalam waktu dekat. Rini menyebut pembentukan holding BUMN konstruksi adalah yang paling didahulukan sebagai upaya memberikan tambahan kemampuan pendanaan untuk pembangunan jalan tol di sejumlah wilayah Indonesia.

“Kita akan konsentrasikan lebih dulu ke yang membangun jalan tol. Karena memang kita membutuhkan betul pembiayaan untuk pembangunan jalan tol di Sumatera, Kalimantan, di Jawa sendiri, begitu juga di Sulawesi,” katanya.

Sejumlah BUMN yang mengelola proyek jalan tol saat ini, antara lain PT Hutama Karya (Persero), PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dan PT Waskita Karya Tbk.  Pembentukan holding diharapkan dapat memperkuat permodalan sehingga BUMN nantinya tidak perlu bergantung dengan Penyertaan Modal Negara (PMN).

Tahun lalu, Hutama Karya diketahui mendapatkan guyuran PMN sebesar Rp3,6 triliun dan Waskita Karya Rp3,5 triliun untuk pembangunan jalan tol, yang menjadi salah satu prioritas pemerintah. Kendati demikian, Rini waktu itu enggan merinci perusahaan yang nantinya akan ditunjuk menjadi pemimpin dalam holding konstruksi.

Berbeda dengan holding sektor pertambangan, dia menyatakan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) bakal ditunjuk menjadi pemimpin holding. Pada sektor itu, sejumlah BUMN yang bakal terlibat adalah PT Aneka Tambang Tbk, PT Timah Tbk, dan PT Bukit Asam Tbk. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo, pembentukan holding prioritas tahun ini diutamakan bagi sektor yang paling mudah dilakukan.

Secara total, Basuki mengatakan ada enam holding yang bakal dikaji untuk didahulukan, yakni holding BUMN energi, jalan tol, pertambangan, perbankan, jasa konstruksi dan rekayasa serta perumahan. Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan dalam jangka panjang holding BUMN diharapkan dapat menjadi kekuatan baru seperti Group Temasek di Singapura.

Presiden Jokowi, minta pembentukan holding dilakukan secara hati-hati dengan memperhatikan sinergi antar-BUMN. “Presiden sampaikan jangan sampai terjadi tarik menarik korporasi semakin kuat dan semuanya hanya ego sektoral. Ini sudah waktunya untuk efisiensi dengan era serba kompetisi,” katanya.

Sebelumnya, sejumlah sumber menyebut, pemerintah tengah menyiapkan sekitar 15 holding BUMN dalam kurun 2015-2019 sebagai upaya menjadikan BUMN garda terdepan dalam pembangunan nasional. Holding BUMN yang disiapkan antara lain sektor pariwisata, logistik, pangan, perkebunan, pupuk, farmasi, pelabuhan, konstruksi dan infrastruktur, konektivitas, tambang, pertahanan strategis, reasuransi, industri berat, asuransi umum perbankan dan jasa survei. (ant)

BAGIKAN