Investasi Inggris Didorong ke Indonesia

173

BJ Online LONDON – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong realisasi dari Inggris khususnya dalam pembangunan infrastruktur, ekonomi digital, farmasi dan pertanian. Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Perkasa Roeslani di London, Selasa (19/4) menyebutkan, saat ini potensi investasi Inggris di Indonesia masih cukup besar dan harus digarap dengan baik. “Kadin sebagai mitra pemerintah di bidang ekonomi, perdagangan, dan industri  akan terus mendorong arus masuk investasi ke Indonesia.  Potensi outward investment di Inggris sangat besar,” kata Rosan saat penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) sejumlah perusahaan di London.

Perusahaan Inggris yang menandatangani MoU terdiri atas Unilever, GSK, dan British American Tobacco (BAT) Plc dengan total nilai 10 miliar dolar AS. “Kami akan berkoordinasi dengan British Chamber of Commerce untuk segera mengimplementasikan komitmen investasi ini,” kata Rosan.

Rosan berada di Inggris  mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pertemuan dengan kalangan pelaku bisnis di Jerman, Inggris, Belgia dan Belanda.  Rosan membawa sebanyak 41 delegasi pengusaha Indonesia, di antaranya, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pengolahan Makanan dan Industri Peternakan  Juan Permata Adoe, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perhubungan Carmelita Hartoto, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Energi Terbarukan Halim Kalla, serta Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Telematika, Penyiaran dan Ristek Ilham Habibie.

Inggris adalah salah satu  dari 20 negara   yang termasuk dalam  kategori investor terbesar dunia, khususnya di sektor  telekomunikasi, barang konsumsi (consumer goods), energi dari sampah, energi dari ombak laut dan diesel, farmasi (vitamin dan obat-obatan), industri kertas, telekomunikasi, dan industri pertahanan.

“Peluang usaha terbuka lebar di Indonesia. Deregulasi yang diterapkan Presiden Jokowi menjadi pembuka jalan bagi investor negara-negara Eropa, khususnya Inggris untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Ini tantangan bagi Kadin untuk merealisasikannya,” katanya.

Kadin  terus berupaya meningkatkan peluang investasi baru di Indonesia, sekaligus mempercepat tercapainya kerja sama dagang di bawah kerangka Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) dengan Uni Eropa, yang ditargetkan rampung pada tahun 2018 mendatang. “Pondasi sudah kuat, tinggal  bagaimana menjawab berbagai tantangan untuk mewujudkan arus masuk investasi bagi kesejahteraan bangsa,” tegas Rosan. (ant)

BAGIKAN