Kadin Targetkan 10 M Dolar AS dengan Inggris

230

BJ Online JAKARTA – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menargetkan sekitar 10 miliar dolar AS dalam rangka menandatangani perjanjian kerja sama bisnis dengan Inggris Raya. “Kadin mendukung penuh agenda Presiden Jokowi dalam kunjungan ke Eropa guna mendorong peningkatan hubungan ekonomi,” kata Ketua Umum Kadin Rosan P Roeslani dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (19/4).

Rencananya, saat berlangsungnya Forum Bisnis pada Rabu (20/4), penandatangan nota kesepahaman senilai 10 miliar dolar AS akan dilakukan di Mandarin Oriental Hotel Hyde Park, London, Inggris.  Dari nilai rencana kerja sama akan ada 11 penandatanganan nota kesepahaman yang mencakup bidang Energi, Telekomunikasi, Produk Konsumer, Agribisnis serta Industri. “Kunjungan ini merupakan kunjungan pertama Presiden RI ke Eropa sehingga menjadi capaian yang sangat penting bagi hubungan antara Indonesia dan Uni Eropa,” jelas Rosan.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani mengemukakan bahwa Uni Eropa merupakan mitra dagang Indonesia yang sangat penting dan salah satu tujuan ekspor terbesar Indonesia serta sumber terbesar kedua Penanaman Modal Asing nasional. Karena itu, ujar Shinta Kamdani, masih banyak potensi yang dapat dikembangkan guna meningkatkan hubungan bilateral perdagangan dan investasi di antara kedua pihak.

Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Inggris David Cameron di Kantor PM Inggris di London, Selasa (19/4). Presiden Jokowi tiba di Downing Street 10 sekitar pukul 10.30 waktu setempat atau sekitar pukul 17.30 WIB. Presiden Jokowi yang menumpang sedan warna hitam dan mengenakan setelan jas warna hitam langsung disambut oleh PM Inggris David Cameron.

Di depan pintu bernomor 10, Presiden Jokowi dan PM Cameron bersalaman dan berfoto bersama. Setelah itu dua pimpinan negara itu memasuki ruang kantor PM Inggris. Tampak menyertai Presiden Jokowi dalam pertemuan antara lain Seskab Pramono Anung, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menlu Retno Marsudi, Kepala BKPM Franky Sibarani, Kepala Barekraf Triawan Munaf dan Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana. (ant)

BAGIKAN