BJ Online JAKARTA – Kinerja PT Telkom di bawah komando Alex Sinaga menunjukkan situasi yang merosot. Salah satu persoalan yang belangan mencuat adalah pembatasan kuota internet atau Fair Usage Policy yang dilakukan Telkom pada produk Indihome.

“Semula Indihome memberikan unlimited namun kemudian hanya menjadi 300 Gigabyte/month. Pembatasan ini tanpa adanya pemberitahuan kepada pelanggan oleh pihak Telkom, sehingga Telkom seperti mengelabui pelanggan,” jelas Muhamad Hidayat selaku Koordinator aliansi yang menamakan dirinya Jaringan Aksi Peduli BUMN (JAP-BUMN) di Jakarta, Selasa (19/4/2016).

Selain itu banyak keluhan dari pelanggan Indihome terkait buruknya pelayanan oleh pihak operator atau bagian layanan kerusakan yang sulit diterima akal. “Di antaranya pelanggan yang berlangganan indihome sering mengalami gangguan hingga beberapa hari, pihak Indihome Telkom tak pernah memikirkan mekanisme pengurangan biaya pembayaran, padahal fungsi internet sangat vital untuk menunjang pekerjaan dikantor,” beber Hidayat.

Pada beberapa kasus perbaikan jaringan, pelanggan harus menunggu hingga 3 hari untuk dapat menikmati paket internet hingga normal. “Selama 3 hari tak berfungsinya internet, Indihome tak pernah menghitung biaya yang dikeluarkan akibat terhambatnya kerja-kerja dan aktivitas kantor,” ungkapnya.

Selain itu ada pelanggan mengeluhkan adanya kebijakan Indihome yang tak beres saat berhenti berlangganan Indihome, telepon rumah juga diputus. Padahal, nomor telepon tersebut bukan berasal dari Indihome, melainkan nomor telpon rumah lama.

“Ini sungguh memprihatinkan. Bagaimana mungkin perusahaan milik negara dengan kinerja saham terbaik pada tahun 2015 tega memperlakukan pelanggan seperti itu. Ini tak lain karena kinerja Direktur Utama Telkom Alex Sinaga yang bermasalah,” cetus Hidayat.

Kualitas manajemen di bawah komando Dirut Telkom saat ini menunjukkan penurunan tajam. Setelah berlaku sistem kuota, Telkom juga mengubah skema layanan yang ditawarkan oleh USeeTV dengan menghapus sejumlah channel TV, antara lain HBO, HBO Signature, HBO Family, serta FOX Movies.

Ini jelas akal-akalan Telkom. Jika memang di awal saluran-saluran tersebut hanya sementara, pihak Indihome punya kewajiban menyampaikan kepada pelanggan. “Sekali lagi kami menilai ada kebijakan Telkom yang bermasalah akibat buruknya kinerja Direktur Utama Telkom Alex Sinaga,” imbuhnya

Selain itu, PT Telkom melalui anak perusahaan Telkomsel pernah kecolongan akibat bobolnya penjualan paket internet Simpati pada kisaran Agustus-September 2015. Untuk kebobolan ini hingga saat ini pihak Telkom dan Telkomsel tak pernah mengakui terbuka padahal. Agen-agen penjual kartu telpon menyatakan khusus untuk kartu internet Simpati penjualan dilakukan 2 minggu sebelum habisnya paket internet.

Ini jelas merugikan pelanggan dan tentu saja merugikan keuangan perusahaan yang berarti juga merugikan negara akibat kehilangan banyak kuota yang dijual ke pasar. Lalu seperti apa pertanggungjawaban Dirut Telkom Alex Sinaga.

“Sampai saat ini Dirut Telkom tak pernah mempertanggungjawabkan hal itu,” ungkapnya.

Untuk itu kami, Alex Sinaga didesak mundur dari jabatannya. Kinerja Dirut Telkom dinilai banyak merugikan perusahaan terutama terkait dengan berbagai persoalan pelayanan dari layanan Internet.

“Sebagai tindaklanjut atas desakan ini, kami akan mendatangi beramai-ramai RUPS PT Telkom yang tinggal menghitung hari, guna mendesak digantinya Alex Sinaga.” pungkasnya. (arn)