BJ Online SEOUL – Bank Sentral Korea Selatan (BoK) pada Selasa mempertahankan suku bunga acuannya pada rekor terendah untuk bulan ke-10 berturut-turut. Gubernur BoK Lee Ju-yeol dan enam anggota dewan kebijakan lainnya memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan repo tujuh-hari di tingkat terendah selama ini 1,5 persen.

Di antara tujuh pembuat kebijakan, empat kursi akan digantikan oleh anggota dewan baru yang akan bergabung dalam pertemuan pengaturan suku bunga berikutnya pada bulan depan. Keputusan April sejalan dengan ekspektasi pasar. Menurut survei Asosiasi Investasi Keuangan Korea terhadap 200 ahli pendapatan tetap (fixed-income), lebih dari 80 persen memperkirakan suku bunga dipertahankan tidak berubah.

Beberapa ahli memperkirakan penurunan suku bunga pada April karena indikator-indikator ekonomi pesimistis. Ekspor Korea Selatan, yang mencapai sekitar setengah dari ekonomi yang digerakan ekspor, anjlok 18,9 persen pada Januari secara tahunan, diikuti oleh penurunan 12,2 persen pada Februari dan 8,2 persen pada Maret.

Selama 10 hari pertama April, pengiriman keluar negeri negara itu anjlok 24,7 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, menurut data bea cukai. Pemecahan rekor utang rumah tangga memperkecil konsumen-konsumen dari pengeluaran uang. Memburuknya kondisi pasar tenaga kerja juga melemah konsumsi pribadi.

Tingkat pengangguran untuk mereka yang di bawah 30 tahun mencapai 11,8 persen pada Maret, lebih tinggi dari angka Februari. Pada Februari, tingkat pengangguran kaum muda mencapai rekor tertinggi 12,5 persen.  (ant)