KPK Konfirmasi Hubungan Ariesman dengan Anggota DPRD

258

BJ Online JAKARTA – KPK melakukan konfirmasi hubungan antara Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land Ariesman Widjaja dengan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi, Wakil Ketua DPRD Mohamad Taufik, dan Ketua Fraksi Partai Gerindra M Sanusi. “Tadi (dikonfirmasi) tiga nama, ada Pak Sanusi, Pak Taufik, dan Pras (Prasetyo Edi), tapi cuma dikonfirmasi karena dengan Pak Ariesman tidak ada komunikasi,” kata pengacara Ariesman, Adardam Achyar di gedung KPK Jakarta, Selasa.

Adardam menyampaikan hal tersebut seusai mendampingi kliennya Ariesman Widjaja yang diperiksa sebagai tersangka dalam penyidikan perkara dugaan tindak pidana pemberian hadiah terkait pembahasan rancangan peraturan daerah (Raperda) Pantai Utara Jakarta.

Pemeriksaan terhadap Ariesman hari ini masih seperti pemeriksaan sebelumnya, berkisar pada proses administrasi, mekanisme pembahasan raperda. “Oleh Pak Ariesman sendiri dijawab itu bukan domain beliau. Itu adalah domain eksekutif dan legislatif. Jadi kalau ditanya mengenai raperda tentu Pak Ariesman tidak bisa bicara banyak. Kedua Pak Ariesman juga ditanya tentang beberapa nama,” ungkap Adardam.

Adardam juga mengakui bahwa kliennya melakukan pertemuan di rumah bos PT Agung Sedayu Grup Sugiyanto Kusuma alias Aguan pada Januari 2016.

“Sebetulnya masalah uang yang diserahkan oleh Ariesman melalui Trinanda kepada Sanusi tidak ada kaitannya dengan pertemuan di rumah Pak Aguan, itu persoalan lain. Tidak ada hubungan, kalau hubungan uang itu antara Pak Ariesman dengan Pak Sanusi, tidak ada kaitan dengan Pak Aguan,” tambah Adardam.

Namun pembicaraan dalam pertemuan tersebut Adardam mengaku tidak membicarakan khusus mengenai raperda. “Lebih pembicaraan normatif, Ariesman menanyakan kok pembahasan raperda tidak selesai-selesai. Karena sebagai pengusaha kan perlu payung hukumnya, kalau tidak mereka tidak kerja-kerja. Tapi bukan pembahasan, hanya menanyakan raperda itu kok tidak kunjung disahkan,” tambah Adardam.

Pertemuan itu pun menurut Adardam tidak direncanakan. “Kalau tidak salah Pak Ariesman dari mana, kebetulan mampir ketemu dengan mereka, jadi bukan pertemuan yang diagendakan khusus membas tentang raperda,” ungkap Adardam.

Adardam meyakini meski Aguan dan Ariesman sama-sama pengembang yang berkepentingan di 17 pulau hasil reklamasi di Teluk Jakarta, tak ada kaitan pemberian uang di antara keduanya. “Antara Pak Ariesman dan Pak Aguan tidak ada urusan uang, itu clear,” ungkap Adardam.

Adardam juga mengaku kliennya hanya memberikan uang kepada satu orang anggota DPRD yaitu M Sanusi yang tertangkap tangan pada 31 Maret 2016. “Pak Ariesman hanya berhubungan dengan Pak Sanusi, tidak dengan pihak-pihak lain. Bahwa dia kenal dengan anggota-anggota DPRD itu betul tapi dalam masalah pemberian uang tidak ada hubungan dengan orang lain selain Pak Sanusi. Uang itu juga uang pribadi karena Ariesman dan Sanusi punya hubungan yang panjang dalam bisnis bersama,” ungkap Adardam. Menurut dia, uang itu milik Ariesman yang dititipkan di bendahara pribadinya. (ant)