Bankir Prediksi BI Rate Turun

214

BJ Online JAKARTA – Bank Indonesia diprediksi kembali menurunkan suku bunga acuan (BI Rate) pada Rapat Dewan Gubernur 20-21 April dari level terakhir di 6,75 persen, dipicu langkah penyesuaian sebelum penerapan bunga acuan baru “7-Day Reverse Repo Rate” yang sebesar 5,5 persen. “Sangat mungkin turun lagi, karena jaraknya (antara BI Rate dan 7-Day Reverse Repo Rate tinggi sekali),” kata Pelaksana Tugas Direktur Utama BNI Syariah Imam T Saptono di Jakarta, Rabu (20/4).

Imam memprediksi Bank Sentral akan menurunkan BI Rate secara bertahap hingga 19 Agustus 2016 saat BI secara resmi menggunakan suku bunga acuan terbaru “-Day Reverse Repo Rate. Menurutnya, meskipun kembali melakukan pelonggaran, BI akan tetap hati-hati mengingat penurunan dengan besaran yang agresif akan memicu perpindahan likudiitas dari simpanan bank ke instrumen lain. “Bisa saja dana keluar dari perbankan karena kupon SUKUK (Surat Utang Syariah Negara) yang ritel, imbal hasilnya masih 8 persen,” kata dia.

Menurut Imam, langkah BI dalam menerapkan instrumen moneter baru akan sesuai dengan orientasi penurunan bunga kredit ke satu digit dari rata-rata industri di dua digit. Namun, dia menekankan, pentingnya untuk mendorong permintaan pembiayaan oleh masyarakat dan dunia usaha, yang sangat dipengaruhi kondisi ekonomi makro terkini. “Yang kita khawatirkan, demandnya tidak tumbuh, tapi suku bunganya sudah dibabat habis,” ujarnya.

Terakhir, BI memangkas bunga acuannya pada 17 Maret 2016 atau ketiga kalinya dalam tahun ini menjadi 6,75 persen. Total BI sudah melonggarkan suku bunganya sebesar 75 basis poin pada tahun ini/ Namun, tiga kali penurunan BI Rate pada tahun ini diakui BI belum memberikan transmisi manfaat yang maksimal kepada perekonomian. Dalam penetapan kebijakan moneter selanjutnya, BI ingin memperkuat kerangka operasi moneter untuk meningkatkan pengaruh kebijakan moneter Bank Sentral ke pasar uang. (ant)

BAGIKAN