BJ Online DEPOK – Dua bulan sudah plastik berbayar diterapkan, sejak Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengeluarkan surat edaran nomor S.71/MENLHK/2015 perihal langkah-langkah pengelolaan sampah mulai tanggal 21 Februari 2016.

Terkait hal tersebut, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Depok terus melakukan evaluasi terhadap keefektifan dari gerakan plastik berbayar yang diberlakukan pada seluruh retail yang ada di Kota Depok. Hasilnya para konsumen mengaku antusias dengan adanya gerakan ini dan berinisiatif membawa kantong belanjaan sendiri.

“Kami sudah survei ke enam tempat, diantaranya Hypermart Detos, Giant Margocity, Tip Top, Indomaret, Alfamart dan Carrefour ITC, hasilnya baik, konsumen membawa kantong sendiri,” ujar Kepala Sub Bidang Pengawasan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun dan Penataan Hukum Lingkungan BLH, Indra Kusuma, di Balaikota Depok, Rabu (20/04).

Meski demikian, dirinya tak menampik adanya warga yang merasa keberatan dengan gerakan plastik berbayar ini, namun jumlahnya tidak terlalu signifikan. “Hanya sekitar 5 persen warga yang keberatan, tapi ini tidak menjadi kendala berarti untuk kami,” tuturnya seraya terus optimis gerakan ini akan membawa perubahan besar untuk bumi.

Saat ini fokus evaluasi masih di sekitar Margonda. Untuk evaluasi selanjutnya akan mengarah ke wilayah perbatasan seperti Beji, Pancoran Mas, Cinere dan Tapos.

Seperti diketahui, pemerintah mewajibkan masyarakat yang berbelanja membayar Rp200 per kantong plastik. Kebijakan tersebut diujicobakan di 23 kota seluruh Indonesia selama kurun waktu 3 bulan. (jif)

BAGIKAN