Inacraft 2016 Momentum Tingkatkan Ekspor Kerajinan

613

BJ Online JAKARTA – Pameran Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2016 dianggap menjadi momentum penting untuk menaikkan nilai ekspor produk kerajinan Indonesia, khususnya dengan melihat adanya tren peningkatan ekspor di wilayah ASEAN dalam lima tahun terakhir. “Tren ekspor produk kerajinan di ASEAN dalam kurun waktu lima tahun terakhir terus meningkat sebesar 27,83 persen dengan nilai ekspor pada 2015 sebesar 74,24 juta dolar Amerika Serikat,” kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan, Nus Nuzulia Ishak, dalam siaran pers yang diterima, Rabu (20/4).

Menurut Nus, industri kreatif Indonesia harus lebih meningkatkan daya saing di kancah internasional dikarenakan kerajinan memiliki potensi besar di pasar global dan memberikan kontribusi penting bagi pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. Sejumlah negara menjadi pasar utama produk kerajinan, seperti Amerika Serikat, Jepang, Malaysia, Jerman, dan Inggris. Hingga 2014, Indonesia menjadi penyuplai utama kerajinan dunia dari ASEAN dan peringkat 12 dunia. Sementara Republik Rakyat Tiongkok (RRT) masih mendominasi sebesar 50,77 persen dari suplai produk kriya dunia.

Dalam INACRAFT yang digelar pada 20-24 April 2016 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta tersebut, Kementerian Perdagangan memfasilitasi 22 perajin kriya memamerkan karyanya. Sebanyak 200.000 pengunjung dari dalam negeri dan 1.000 buyer internasional ditargetkan datang ke INACRAFT 2016.

Paviliun Trade with Remarkable Indonesia yang diusung Kemendag menyajikan ragam produk unggulan Indonesia dalam area seluas 90 meter persegi di Assembly Hall, pada gelaran yang ke-18 kalinya itu. Sejumlah 22 perusahaan yang telah melewati seleksi ketat diboyong untuk menampilkan produk-produk unggulan mereka, antara lain produk fesyen, pakaian berbahan baku songket, batik, bordir, tas dan alas kaki kulit, perhiasan, serta anyaman.

INACRAFT sebagai pameran terbesar khusus produk kerajinan menjadi platform promosi yang efektif bagi para perajin dan pelaku usaha untuk mempelajari tren pasar, memperluas jejaring, serta meningkatkan kualitas produk. INACRAFT ke-18 hadir dengan mengangkat kekayaan warisan budaya Sumatera Barat sebagai ikon utama lewat tema “The Splendor of Minangkabau” dan subtema “Melalui INACRAFT 2016 Kita Tingkatkan Kualitas Handicraft Indonesia untuk Menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)”.

“Ide yang diramu dengan baik oleh para perajin merupakan hasil gabungan dari kreativitas, inovasi, bakat, dan keterampilan yang didukung oleh perkembangan teknologi yang ramah lingkungan. Itu salah satu modal membangun citra positif Indonesia di mata dunia,” ujar Nus. (ant)

BAGIKAN