BJ Online BALIKPAPAN – Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian akan menambah 27 bank dan perusahaan pembiayaan penyalur kredit usaha rakyat (KUR) sehingga totalnya akan menjadi 34 penyalur pada 2016. “Ada tambahan untuk tahun ini totalnya menjadi 34, tadinya ada tujuh penyalur. Banyak bank-bank swasta yang ikut (bergabung), bank daerah serta bank asing,” kata Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Industri Kemenko Perekonomian Eddy Putra Irawady pada Inseminasi dan Diseminasi Paket Kebijakan Perekonomian di Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (20/4).

Penambahan bank yang ikut menyalurkan KUR kepada usaha kecil dan menengah (UKM) ini agar bisa merata dan dapat menggerakkan roda perekonomian di seluruh wilayah Indonesia. Sebelumnya, ada tujuh bank penyalur KUR yang sudah bergabung, yakni BRI, Bank Mandiri, BNI, Bank Sinarmas, Maybank, BPD Kalbar dan BPD NTT. Penambahan pada bank pembangunan daerah ada enam calon penyalur, yaitu BPD Bali, BPD Yogyakarta, BPD Sulselbar, BPD Sumatra Utara, BPD Sumbar, BPD Riau Kepri.

Sementara itu, bank daerah yang menjadi calon penyalur ada sembilan, yaitu Bank Jateng, Bank Jatim, Bank Jambi, Bank Kalbar, Bank Kalsel, Bank NTB, Bank Sumselbabel, Bank Lampung dan Bank Papua.

Bank swasta yang akan ditambah ada tujuh dan satu bank pemerintah, yakni Bank Bukopin, BTPN, OCBC NISP, Bank Permata, Bank Panin, BCA, Bank Artha Graha dan BRI Syariah. Selanjutnya, Lembaga Keuangan Non Bank (LKNB) yang menyalurkan KUR berjumlah 4 lembaga, yakni BCA Finance, Adira Dinamika Finance, Mega Central Finance, dan Federal International Finance.

Asisten Deputi Bidang Pasar Modal dan Lembaga Jasa Keuangan di Kemenko Perekonomian Agus Heri Susanto mengatakan selain penambahan 34 bank penyalur, pemerintah juga akan menambah perusahaan penjamin KUR. “Juga akan menambah perusahaan penjamin tadinya ada dua (PT Askrindo dan Perum Jamkrindo), menjadi sembilan perusahaan,” tutur Heri.

Realisasi penyaluran KUR hingga 13 April 2016 sudah mencapai Rp32 triliun dari lembaga penyalur pada 2016 sebesar Rp120 triliun. Sebelumnya, pemerintah juga telah menurunkan bunga kredit KUR menjadi 9 persen pada 2016 dari 12 persen di 2015. (ant)

BAGIKAN