Menpora Kirim Surat ke Presiden soal MotoGP Sentul

157

BJ Online JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengirim surat ke Presiden Joko Widodo terkait dengan kepastian Sirkuit Internasional Sentul, Bogor, Jawa Barat, menjadi tuan rumah kejuaraan balap motor MotoGP selama tiga musim (2017-2019). “Surat ditandatangani Menteri pada Senin (18/4) dan kemarin surat sudah dikirimkan ke Istana. Surat berisi laporan tentang kemungkinan penggunaan Sentul menjadi tuan rumah MotoGP selama tiga musim,” kata Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Gatot S Dewa Broto di Jakarta, Rabu.

Dikirimnya surat ke Presiden Joko Widodo ini bukan tanpa alasan setelah pihaknya mendapatkan kepastian dari manajemen Sirkuit Internasional Sentul yang bersedia tak akan menggunakan dana APBN, baik untuk renovasi maupun pembayaran commitment fee. Bahkan, rencana mandiri yang ditawarkan oleh manajemen Sentul itu juga sudah diketahui Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia (PP IMI). Kondisi ini yang membuat Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memberikan dukungan penuh.

“Komitmen yang ada harus dipatuhi. Mereka telanjur sudah tidak membutuhkan APBN. Padahal pemerintah sebelumnya akan membantu pembayaran commitment fee,” kata Gatot menambahkan.

Dengan kondisi tersebut, Kemenpora minta PP IMI melakukan negosiasi dengan Dorna (promotor MotoGP) terkait dengan commitment fee. Sebagaimana diketahui, untuk menggelar kejuaraan selama tiga musim membutuhkan dana sebesar 23 juta euro. “Commitment fee mahal. Kalau bisa, IMI melakukan negosiasi agar diturunkan menjadi 20 juta euro untuk tiga tahun,” kata mantan Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora itu.

Selain nego pembayaran commitment fee, PP IMI diharapkan juga melakukan lobi kepada Dorna agar Indonesia mulai musim 2018 bisa menjadi tuan rumah pada dua seri sekaligus dengan sirkuit yang berbeda. Ada rencana, Sumatera Selatan akan membangun sirkuit internasional yang bisa dioperasionalkan mulai 2018. Pria yang juga menjadi Kepala Komunikasi Publik Kemenpora itu menjelaskan, dengan adanya keseriusan manajemen Sentul untuk menggelar MotoGP, pihaknya meminta untuk membuat surat jaminan terkait dengan kepemilikan dana untuk renovasi infrastruktur maupun dana untuk pembayaran commitment fee. “Sebelum penandatanganan kontrak Juni nanti sudah harus ada surat jaminan. Lebih cepat lebih baik karena proses renovasi akan lebih cepat dilakukan,” kata Gatot S Dewa Broto menegaskan.

Untuk menggelar kejuaraan bergengsi ini, Sirkuit Internasional Sentul harus direnovasi sesuai dengan standar internasional meski pada musim 1997-1998 sudah pernah menjadi tuan rumah kejuaraan balap motor paling bergengsi di dunia. (ant)

BAGIKAN