Tuna Netra Wilayah Tangsel akan Diberikan Pendidikan di Pusat

98

BJ Online TANGSEL – Sebagai daerah yang masih baru, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dinilai cukup aktif dalam memberikan pelayanan kepada warga khususnya penyandang disabilitas. Untuk itu, Kemensos pun turun langsung ke Tangsel untuk memastikan panti yang dikelola pusat siap menampung berapa pun penyandang disabilitas khususnya tuna netra untuk dibina.

“Ya, dari kemensos datang langsung ke rumah singgah dan memberikan sosialisasi mengenai program pendidikan bagi tuna netra,” ungkap Kepala Dinas Sosial dan ketenagakerjaan Kota Tangsel, Purnama Wijaya, Rabu (20/4).

Tujuannya adalah supaya bisa dan mau ikut datang ke panti. “Makanya mereka jemput bola ke sini. Supaya disabilitas netra di Tangsel, bisa dibina di sana,” imbuhnya.

Purnama menambahkan, karena pantinya milik pemerintah maka, dipastikan tidak berbiaya. Semua keperluan selama pendidikan dan pelatihan diberikan secara cuma-cuma alias gratis. Para penyandang tuna netra akan diberikan pelatihan paling lama dua tahun dan paling singkat enam bulan.

“Selama di panti, mereka akan diberikan kegiatan khusus. Seperti pelatihan refleksi, massage siatzu dan kegiatan lain yang cocok untuk tuna netra,” urainya.

Kendati demikian, Purnama berharap akan lebih baik jika ada kegiatan langsung yang dilakukan di Tangsel. Misalnya, memberikan pelatihan bagi tuna netra oleh pusat untuk warga Tangsel. “Tentu saja kita menyambut baik. Namun akan lebih bagus jika kegiatannya dilakukan langsung di Tangsel,” pungkasnya. (nov)

BAGIKAN