BJ Online BOGOR – Pendaftaran Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun 2016, resmi akan dibuka secara nasional pada 25 April hingga 20 Mei 2016. Untuk tahun ini Panlok 3 IPB mengaku telah menambah jumlah kuota masuk IPB melalui jalur SBMPTN ini sebanyak 100 orang dari jumlah tahun lalu menjadi 3.700 orang.

Ketua Panitia Lokasi (Panlok) 33 IPB, Yonny Koesmaryono dalam keterangan persnya di Kampus IPB, Kamis (21/4), mengatakan, bahwa proses Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) panlok-33 IPB mulai dibuka pada hari Senin (25/4) sampai dengan tanggal 20 Mei 2016 mendatang mulai pukul 08.00 WIB.

“Tahun ini kuota yang disediakan masuk IPB sebanyak 3.700 orang. atau nambah 100 orang dari tahun lalu yang hanya berjumlah 3.600 orang. Untuk itu karena waktu yang diberikan ini cukup lama, kita berharap para calon pendaftar SBMPTN dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik mungkin. Dan sekali lagi saya himbau agar pendaftaran dilakukan pada awal-awal dibukanya waktu pendaftaran ini,” sarannya.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan itu menyampaikan, bahwa untuk tahun ini Panlok 33 Bogor memiliki 5 sub panlok, yaitu Sub Panlok Bogor sendiri, Bekasi, Cianjur, Sukabumi, Cirebon dan Sub.Panlok Karawang. “Untuk testnya akan dilaksanakan serentak dengan seluruh panlok SBMPTN di Indonesia pada tanggal 31 Mei,” jelasnya.

Pada kesempatan ini, Prof.Yoni juga menegaskan kepada para calon peserta untuk berhati hati pada saat melakukan pengisian data peserta. “Jangan sampai asal, salah mengisi nama atau yang lainnya. Sebab itu nanti akan menyulitkan peserta itu sendiri. Dan yang pasti juga akan menambah biaya. Untuk pendaftaran SBMPTN tahun ini ditetapkan sebesar Rp.200 ribu/pendaftar,” ungkapnya.

Prof Yoni, juga menegaskan, bahwa untuk mencegah terjadinya kebocoran soal atau kecurangan lainnya pada saat dilakukan tes, panitia sudah merancang sistem SBMPTN ini sedemikian rupa sehingga dapat dipastikan bahwa sistem ini cukup aman. “Pertanyaan soal dan jawaban bagi setiap peserta telah diacak sedemikian rupa. Jadi mereka tidak bisa lagi kerjasama atau nyontek ke peserta lainnya,” pungkasnya. (bas)