BJ ONLine NEW YORK – Indeks Dow dan S&P 500 di Wall Street melompat ke tingkat tertinggi 2016 pada Rabu (Kamis pagi WIB), mengabaikan laporan laba perusahaan-perusahaan yang bervariasi, karena harga minyak melonjak sekitar empat persen. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 42,67 poin (0,24 persen) menjadi 18.096,27, merupakan penutupan tertinggi sejak Juli 2015.

Indeks berbasis lebih luas S&P 500 naik 1,60 poin (0,08 persen) menjadi berakhir di 2.102,40, sementara indeks komposit Nasdaq menguat 7,80 poin (0,16 persen) menjadi 4,948.13. Harga minyak di New York naik 3,8 persen menjadi 42,63 dolar AS per barel setelah data resmi menunjukkan produksi minyak AS pekan lalu lebih rendah.

“Harga minyak telah menjadi faktor yang berkorelasi tertinggi dengan pasar saham dan itulah sebabnya kami semakin tinggi,” kata Alan Skrainka, kepala investasi di Cornerstone Wealth Management.

Anggota Dow, Coca-Cola anjlok 4,8 persen karena melaporkan penurunan laba kuartal pertama 4,8 persen menjadi 1,5 miliar dolar AS. Pendapatan jatuh di semua wilayah pelaporan Coca-Cola di luar Amerika Utara. Pembuat chip Intel naik 1,3 persen setelah mengatakan akan memangkas 12.000 pegawainya, sekitar 11 persen dari stafnya, karena perusahaan mengubah bisnisnya menjauh dari pasar komputer pribadi yang menurun dan menuju perangkat yang dapat dikenakan pada teknologi mobile lainnya.

Yahoo melonjak 4,2 persen karena kepala eksekutif Marissa Mayer mengatakan perusahaan Internet yang sedang kesulitan itu membuat kemajuan substansial ke arah alternatif strategis yang potensial. Raksasa telekomunikasi AS Verizon telah muncul sebagai pesaing utama untuk mengambil alih Yahoo, menurut laporan media AS. United Continental naik 1,0 persen karena induk dari United Airlines itu menunjuk dua perancang investor Altimeter Capital Management, LP dan PAR Capital Management untuk dewan direksi, mencegah pertempuran proxy pada pertemuan tahunan mendatang. Saham-saham perbankan juga menguat, dengan Bank of America naik 3,3 persen, JPMorgan Chase naik 1,5 persen dan Wells Fargo bertambah 1,1 persen. (ant)

BAGIKAN