BJ Online CIKARANG – Sejak masih calon buah hati atau janin, orangtua dapat mendidik anak agar kecerdasannya dapat dirangsang sejak masih dalam kandungan. Orangtua dapat melihat perkembangan kecerdasan anak melalui beberapa faktor, diantaranya perhatian, kasih sayang, dan stimulasi.

Saat ini Siloam Hospital Lippo Cikarang siap melayani anda yang ingin memeriksakan kesehatan buah hati sejak dalam kandungan. Layanan tersebut berupa pemeriksaan rutin bersama dokter spesialis kandungan berpengalaman setiap 4 minggu sekali saat pemeriksaan pertama kali hingga usia kehamilan 28 Minggu. “Lalu setiap 2 minggu sekali dari usia kehamilan 28-36 minggu dan setiap seminggu sekali di usia kehamilan 36 minggu hingga menjelang persalinan,” ujar CEO Siloam Hospitals Lippo Cikarang dr.Dani Widjaja, MM., di Cikarang Kamis (21/4).

Siloam Hospital Lippo Cikarang juga menyiapkan dokter spesialis THT untuk mengecek kemampuan indra sang bayi dengan pemeriksaan Oto-Acoustic Emission (OAE) untuk menyetahui kapabilitas pendengaran sang bayi.

Sementara tentang perkembangan anak dr. Melisa Anggreani, MBioed,SpA. mengatakan, salah satu stimulasi yang bisa diberikan sejak usia 3 bulan sampai usia 12 bulan, adalah stimulasi pijit bayi. Stimulasi ini bisa untuk merangsang seksorik maupun motorik dari bayi.

“Stimulasi ini sudah kita edukasikan ke semua orangtua yang bayinya baru lahir di siloam Hospitals, diharapkan orangtua atau ibu nya rutin untuk melakukan pijit bayi ke bayinya setelah dimandikan,” ujarnya

Selain itu bisa juga dilakukan pada usia tiga bulan ke atas dengan Baby spa, saat ini bayi sudah mulai tegak kepalanya, dan sudah mulai mau mengangkat – angkat pantat dan juga mulai menendang-nendang.

Kita bisa melatih dengan baby spa untuk melatih motorik dari kaki-kakinya, dan ini yang paling aman karena ketika dia melatih motorik di air, tenaganya yang kuat tidak akan menimbulkan masalah pada tulang dan ototnya.

Selanjutnya permainan aktif. Ini juga penting sekarang semua hanya berfokus pada gadged, tetapi jangan dilupakan bahwa anak-anak juga membutuhkan perkembangan otak yang sama antara otak yang kanan dan otak yang kiri. Sehingga diperlukan adanya permainan aktif dimana dia bisa melatih kreativitasnya. “Bisa juga dalam bentuk puzzel, atau lego,” tambahnya.

Ketika anak sudah mulai menginjak 3-5 tahun dia sudah bisa bersosialisasi. Kita juga harus menyiapkan anak-anak untuk bersosialisasi belajar untuk bermain bersama-sama dengan teman sebayanya, dan belajar bagaimana berbagi dengan teman sebayanya.

Sedangkan ketika usia lebih besar atau, usia pra sekolah kita juga dapat melatih anak-anak untuk melatih bermain dalam kid room.  Hal ini dapat melatih kepada anak-anak agar dapat bekerja sama dalam satu kelompok, atau dalam suatu lomba untuk melatih rasa bersaing dalam individu anak. (arn)