Jingga Inspirasi Diaspora Indonesia di Madrid

286

BJ Online LONDON – Film berjudul Jingga hasil karya sutradara muda Lola Amaria berhasil memikat pecinta film Indonesia yang ditayangkan di KBRI Madrid pada acara penutupan Pertemuan Tahunan PPI Spanyol, yang dikemas dalam acara Nonton Bareng. Dalam acara tersebut, juga diundang kalangan diaspora Indonesia di Madrid yang memenuhi Ruang Satya Loka KBRI Madrid, ujar Fungsi Pensosbud KBRI Madrid, Mahadi Surya kepada Antara London, Selasa.

Duta Besar RI di Madrid, Yuli Mumpuni Widarso dalam sambutan tertulis pada saat pembukaan menyatakan acara yang disponsori  Kementerian Pemuda dan Olahraga RI dan Lola Amaria Productions tersebut, dimaksudkan untuk mengajak masyarakat Indonesia yang telah lama bermukim di Spanyol untuk tetap dapat mengikuti dan mengapresiasi hasil karya sutradara muda Indonesia.

Lola Amaría, sutradara muda peraih sederet penghargaan, dalam pengantarnya menyampaikan harapan kiranya film hasil karyanya yang bergenre drama tersebut, yang mengisahkan kondisi aktual beberapa sisi kehidupan kelompok masyarakat tunanetra yang masih belia, akan dapat dinikmati oleh masyarakat Indonesia di Spanyol.

Lola Amaría juga mengharapkan masyarakat Indonesia di negara Eropa lainnya juga akan dapat menikmatinya karena kegiatan Nonton Bareng Jingga tersebut akan diselenggarakan pula di Belanda, Swiss dan Jerman.

Menurut Lola, dalam memproduksi film, ia tetap konsisten memilih tema tentang drama sosial. Karyanya kali ini, Jingga, selain untuk menunjukkan bahwa keterbatasan kemampuan fisik dan disabilitas bukan merupakan akhir dari segalanya dan tidak menghalangi manusia untuk dapat berkreasi maupun berprestasi.

Selain itu, juga untuk mengkritik sikap sebagian masyarakat Indonesia yang masih belum tepat dalam memandang masyarakat penyandang disabilitas di sekitar mereka, padahal mereka mempunyai potensi untuk berprestasi dan menjadi teladan bagi generasi muda lainnya.

Masyarakat Indonesia di Madrid dengan penuh antusias selama 100 menit menyaksikan dan menikmati film Jingga yang berkisah tentang pertemanan empat remaja penyandang disabilitas, bernama Jingga, Magenta, Nila dan Maroon yang menempuh pendidikan khusus di Sekolah Luar Biasa (SLB) Bandung. Di antara mereka terjalin hubungan persahabatan yang sangat intens dan menghasilkan gagasan-gagasan yang kreatif, didorong oleh minat mereka terhadap seni musik, yang merupakan bahasa universal.

Musik yang mendasari persahabatan di antara mereka telah menghasilkan semangat kebersamaan, semangat untuk berkreasi bersama dan menciptakan lagu bersama. Persahabatan tersebut menghasilkan beberapa lagu indah yang sangat menyentuh. Dalam sesi diskusi seusai pemutaran film Jingga, penonton mengungkapkan pujian, apresiasi dan dukungan kepada Lola Amaria agar terus berkarya, mengangkat tema-tema sosial yang inspiratif dan menyentuh generasi muda.

Di antara penonton juga ada yang menanyakan tentang kebijakan Pemerintah Indonesia dalam menangani kelompok disabilitas di Indonesia. Sugiono, Ketua Keluarga Cinta Indonesia (KCI) menyatakan sangat terkesan dengan film drama tersebut, karena inspiratif. Memberi inspirasi kepada generasi muda Indonesia untuk tidak patah semangat dan terus berkreasidalam kondisi keterbatasan, dan sebuah persahabatan haruslah positif dan membuat anggotanya menjadi lebih kreatif hingga menghasilkan prestasi.

Hal yang sama diungkapkan Jaswan, yang menyatakan sangat terkesan terhadap Lola Amaría yang tetap konsisten dengan genre film drama yang menurutnya unik, karena pilihan Lola Amaría berbeda dengan kebanyakan film Indonesia lainnya yang bersifat horor dan tidak edukatif.

KBRI Madrid mengapresiasi Kementerian Pemuda dan Olahraga RI dan Lola Amaría Productions yang mengusulkan penyelenggaraan acara Nonton Bareng Jingga tersebut. Spanyol merupakan salah satu negara yang maju dalam dunia perfileman dan setiap tahun menyelenggarakan Festival Film Spanyol di San Sebastian, serta Festival Film Asia di Madrid. KBRI Madrid mengharapkan kalangan perfilman nasional Indonesia kedepannya akan berpartisipasi dalam Festival Film Asia di Spanyol.(ant)

Redaktur : Gde Rahadi

BAGIKAN