Industri Properti Makin Bersinar Pasca Tax Amnesty

267

BJ Online JAKARTA – Sektor properti di Indonesia merupakan salah satu sektor yang menarik bagi investor karena memiliki prospek yang menjanjikan. Adanya program tax amnesty diperkirakan akan makin meningkatkan gairah industri ini di Tanah Air.

“Jika iklim investasi kondusif, orang akan berbondong-bondong investasi di sektor properti. Menurut saya salah satu penempatan investasi yang menarik, ya, sektor properti,” kata pengamat ekonomi dari Indef Enny Sri Hartati saat dihubungi di Jakarta.

Menurut Enny, adanya kekhawatiran banyak kalangan bahwa akan terjadi bubble di kemudian hari yang diakibatkan sektor properti, tidaklah tepat. Pasalnya kata Enny, kondisi di Eropa atau Amerika berbeda dengan di Indonesia.

“Saya yakin keberadaan sektor properti ini tidak akan menimbulkan bubble, karena rasio kepemilikan rumah masyarakat di Indonesia masih sangat rendah, dan harga justru akan terus meningkat. Adanya Tax Amnesty berarti akan ada ketersediaan dana untuk membiayai kegiatan pembangunan. Pengusaha properti harus menangkap peluang ini,” kata Enny.

Senada dengan Enny, AVP PT Agung Podomoro Land (APL) Agung Wirajaya, juga menilai program pengampunan pajak (tax amnesty) akan berdampak positif  ke seluruh sektor ekonomi termasuk properti. “Dengan seringnya sosialiasi, masyarakat  akan betul-betul paham dan yakin untuk mengikuti program tax amnesty ini. Jika masyarakat tergerak, maka banjir sentimen positif akan mengalir ke berbagai sektor ekonomi termasuk property,” nilai Agung Wirajaya.

Menurutnya, produk-produk properti APL yang banyak diminati saat ini adalah Orchard Park Batam, Podomoro City Deli Medan (POCI), dan Podomoro Golf View (PGV) Cimanggis. PGV Cimanggis banyak diminati keluarga muda dengan harga yang terjangkau, sedangkan Orchard Park Batam banyak dibeli karena lokasinya dekat dengan Singapura maupun Malaysia. Masyarakat Medan, sedang menunggu realisasi pembangunan POCI Medan sebagai ikon baru kebanggaan warga Medan. Selain pengembangan residential, APL juga membangun 10 Trade Mall (TM) di Jabodetabek dan Balikpapan sebagai tempat usaha untuk UKM, pedagang maupun home industry.

Redaktur : Gde Rahadi

BAGIKAN