Faktor Risiko Terserang dan Cara Pencegahan Kanker Payudara

264

BJ Online JAKARTA – Kanker payudara (karsinoma payudara) adalah tumor ganas yang tumbuh di jaringan payudara. Jenis kanker ini sering terjadi pada wanita dan tak menutup kemungkinan jika terjadi pada kaum pria, hanya saja kasusnya sangat jarang.

Penyebab kanker payudara belum diketahui secara pasti tapi ada beberapa faktor risiko yang memungkinkan seorang wanita terserang penyakit ini, antara lain, riwayat keluarga yang menderita kanker payudara, wanita yang belum pernah hamil dan melahirkan maupun kehamilan pertama terjadi setelah berumur 30 tahun.

Selain itu, menstruasi pertama pada usia di bawah 12 tahun dan menopause setelah usia 55 tahun serta oemakaian pil KB atau terapi sulih estrogen juga menjadi faktor risiko terserang penyakit yang mematikan ini. Penggunaan alkohol, serta DES (dietilstilbestrol) yang dikonsumsi untuk mencegah keguguran juga memiliki risiko tinggi terserang kanker payudara.

Ada beberapa gejala kanker payudara yang dapat dilihat, seperti adanya benjolan di payudara yang dapat diraba, perubahan bentuk dan ukuran payudara, adanya luka di sekitar puting susu dan sekitarnya yang sukar sembuh.

Selain itu, adanya cairan (darah atau nanah-berwarna kuning sampai kehijauan) yang keluar dari puting susu, perubahan di puting susu seperti gatal, terasa terbakar, dan tertarik ke dalam (retraksi) serta adanya kerutan-kerutan (seperti jeruk purut) pada kulit payudara juga mesti diwaspadai sebagai gejala kanker payudara. Pada stadium lanjut bisa timbul nyeri tulang, penurunan berat badan, pembengkakan lengan atau ulserasi kulit.

Apa yang dapat dilakukan masing-masing wanita untuk mencegah timbulnya kanker payudara?

Lakukan deteksi dini (pemeriksaan sendiri) setiap bulan setelah masa haid  dan pemeriksaan klinis (mammografi dan biopsi). Hindari mengonsumsi makanan yang berlemak tinggi. Penggunaan obat atau alat kontrasepsi yang mengandung hormon harus atas petunjuk dokter. Menyusui bayi selama mungkin (sampai sekitar 2 tahun). Dan banyak mengonsumsi buah dan sayur serta kedelai termasuk produk olahannya.

Kunci untuk bertahan hidup adalah mendeteksi kanker payudara sedini mungkin, sebelum ia memiliki kesempatan untuk menyebar. Pemeriksaan payudara secara pribadi hendaknya dilakukan dengan teratur setiap bulan, karena seorang wanita harus waspada dalam mencari sesuatu yang tampak atau terasa mencurigakan pada payudaranya, seperti adanya pengerasan atau benjolan.

Tak soal seberapa kecil hasil penemuannya, ia perlu segera menghubungi dokter. Semakin dini suatu benjolan didiagnosa, semakin besar kendali yang dimiliki wanita tersebut terhadap masa depannya.

Redaktur : Gde Rahadi

BAGIKAN