Kelangkaan Elpiji Bersubsidi Tak Menyebar

13

BJ Online JAKARTA – PT Pertamina (Persero) menyatakan kelangkaan elpiji tiga kilogram bersubsidi hanya spesifik terjadi di satu daerah tertentu saja atau tidak menyebar ke daerah lain yang lebih luas. VP Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito mengatakan masyarakat yang menemukan kelangkaan elpiji dapat membelinya di SPBU Pertamina atau agen resmi penyalur, baik di kecamatan atau desa yang ditinggali atau wilayah terdekat.

“Yang sering terjadi kelangkaan sifatnya spesifik di satu daerah yang tidak melebar, misalnya, di wilayah Jakarta hanya kecamatan tertentu saja yang langka. Masyarakat bisa ke SPBU atau ke kecamatan sebelahnya, pasti masih ada,” kata Adiatma di Jakarta, Rabu.

Ia menyatakan masyarakat bisa melaporkan langsung sehingga tim dari Pertamina bisa langsung melakukan operasi pasar untuk menindaklanjuti kelangkaan. Selain itu, Adiatma mengklaim saat ini stok dan produksi gas elpiji tiga kilogram masih dalam posisi aman, namun karena gas tersebut merupakan subsidi dari pemerintah sehingga Pertamina pun berhati-hati untuk memberikan stok dan melakukan operasi pasar.

“Sangat berhati-hati sekali kalau melakukan operasi pasar karena kami selidiki dulu apa penyebabnya sampai langka. Kami punya patokan setiap daerah berapa hari akan habis, itu yang diselidiki benar atau tidak karena konsumsi gas hampir stabil kalau tidak ada acara khusus,” ungkapnya.

Sebelumnya, Pertamina telah menerjunkan tim untuk melakukan operasi pasar dalam menindaklanjuti isu yang beredar terkait kesulitan mendapatkan elpiji 3 kg di Jakarta. Pertamina pun sudah memberikan alokasi tabung fakultatif (tambahan) sejumlah 402.840 tabung atau 1.208 MT untuk wilayah Jakarta.

Ada pun untuk di luar Jakarta, sejumlah warga mulai dari Bekasi dan beberapa kota/kabupaten di Provinsi Riau, seperti Bengkalis serta Pekanbaru masih mengalami kelangkaan elpiji tiga kilogram bersubsidi. (ant)

BAGIKAN