BJ Online JAKARTA – Puluhan Massa Koalisi Masyarakat Pro Penegakan Hukum (KMP2H) siang tadi mendatangi kantor Komnas HAM di Jl. Latuharhary Menteng Jakarta (17/05/2017). Mereka mendesak Komnas HAM untuk sungguh-sungguh mengawal proses penegakan hukum terhadap pelaku penyebar kebencian baik perorangan maupun organisasi kemasyarakatan yang diantaranya sedang ditangani oleh kepolisian RI.

Koordinator aksi M. Adnan dalam pertemuannya dengan Komisioner KOMNAS HAM Imdadun Rahmat menyatakan bahwa sesuai dengan prinsip penegakan HAM yang telah diratifikasi dalam UU No. 12 tahun 2005 melarang tegas agitasi permusuhan, provokasi kekerasan dan penyebaran kebencian terhadap suku, agama, ras dan antar etnis yang akhir-akhir ini menjadi sesuatu yang seolah lazim dilakukan dan disebarluaskan di masyarakat baik melalui media massa, sosial media ataupun berita hoax yang mengandung ujaran kebencian (hate speech).

‘Kami meminta Komnas HAM untuk mengawal secara serius proses penegakan hukum terhadap pelaku penyebar kebencian atas nama SARA baik yang sedang berjalan maupun yang terindikasi melakukan tindakan menyebarluaskan kebencian tersebut untuk dapat ditangani oleh Komnas HAM”, desak M. Adnan dalam pertemuan dengan Komisioner Komnas HAM Imdadun Rahmat.

Selain itu, Koalisi Masyarakat Pro Pengakan Hukum juga meminta masyarakat agar jangan diam terhadap berbagai upaya penyebarluasan kebencian agar tidak merusak pranata sosial dan kerukunan masyarakat. Apalagi penyebarluasan kebencian ini mengarah upaya adu domba dan melawan pemerintahan yang sah.

Menanggapi tuntutan itu, Komisioner Komnas HAM Imdadun Rahmat menyatakan pihaknya berjanji akan mengawal proses penegakan hukum yang menjadi concern dari Komnas HAM. Komnas HAM sejauh ini terus mengikuti perkembangan isu yang menyangkut penyebaran kebencian atas nama SARA yang akhir-akhir ini marak ditengah masyarakat.

“Kami akan kawal bentuk-bentuk pelanggaran HAM baik pelaku perorangan ataupun institusi atau organisasi, karena itu telah menjadi kewajiban Komnas HAM sebagai lembaga yang memperjuangkan tegaknya Hak Asasi di Indonesia,” tandasnya. (grd)

BAGIKAN