LONGSOR – Tiga rumah warga, di Kampung Warung Bandrek RT01/RW05, Kelurahan Bondongan, Kota Bogor rusak berat diterjang banjir dan longsor.

BJ Online BOGOR – Tiga rumah warga di Kampung Warung Bandrek RT01/RW05, Kelurahan Bondongan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor rusak berat setelah diterjang banjir dan longsor meluapnya sungai Cipakancilan, pada Senin malam. Tak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Lurah Bondongan, Eman Sulaiman, mengatakan, kettiga rumah milik Awang, Ining dan Isak, di kampung Warung Bandrek RT01/RW05 rusak berat akibat terkena banjir sehingga membutuhkan bantuan tangap darurat. “Ada satu rumah, yakni rumah milik Pak Awang kondisinya sudah bersih hilang  terseret derasnya banjir,” kata Eman Sulaiman, di lokasi banjir  Selasa, (06/06/2017)

Untuk mencegah jatuhnya korban, sekaligus mengantisipasi jika terjadi banjir atau longsor susulan,  Eman mengaku terus melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait guna membantu warganya.  “Saya minta untuk sementara ini warga menjauh dari lokasi longsor. Sebeb saya lihat ini konsisinya masih rawan, apa lagi ada satu tiang listrik bertegangan tinggi milik PLN yang kondisinya juga mulai miring dan ngantung. Ini kalau dibiarkan sangat berbahaya untuk keselamatan warga di sini,” peringatnya.

Wawan alias Awang, warga yang rumahnya hanyut terbawa banjir, mengaku hanya pasrah dan tidak tau harus berbuat apa agar dirinya memiliki tempat tinggal bersama keluarga dan tidak terus numpang di rumah tetangga.  “Kejadiannya cepat banget, saya tidak sempat menyelamatkan barang berang yang ada di dalam rumah. Al hamdulillahahnya, saya bersama istri dan anak-anak,  pada saat kejadian sedang berada di mushola untuk melaksanakan solat Tarawih,” kata Awang.

Selain mengakibatkan 3 rumah warga di RT01 hancur rusak berat,  hujan deras dan meluapnya suangai Cipakancilan tersebut juga merendam puluhan rumah di wilayah RW 20. “Kalau yang di RW 20 itu kan memang sudah rutin dan biasa terjadi setiap turun hujan besar. Sebab, selain posisi permukiman itu berada di dataran rendah, kalau dilihat saluran air yang ada di wilayah itu juga semakin menyempit akibat ketutup bangunan dan rumah warganya,” jelas Eman. (bas)

BAGIKAN