ilustrasi

BJ Online JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR Rofi Munawar mendesak PLN agar benar-benar dapat melaksanakan efisiensi dalam pengelolaan listrik agar tarif dasar listrik yang ada bisa disesuaikan sehingga tidak memberatkan beban masyarakat.

“PLN juga harus terus melakukan efisiensi dalam pengelolaan listrik nasional sehingga harga listrik bisa turun dan lebih mencerminkan nilai keekonomian yang sebenarnya,” kata Rofi Munawar dalam rilis di Jakarta, Senin.

Ia menegaskan, Komisi VII DPR RI dan Menteri ESDM sepakat untuk tidak mencabut subsidi listrik 450 VA, serta bakal mengevaluasi pengurangan subsidi listrik 900 VA agar lebih tepat sasaran.

Rofi berpendapat, penundaan penyesuaian tarif listrik bagi pelanggan golongan 900 VA dinilai bermanfaat dalam memberikan ruang bagi masyarakat sampai kondisi perekonomian membaik serta daya beli masyarakat meningkat.

Pemerintah, ujar dia, juga diharapkan dapat terus memperbaiki database pelanggan listrik agar diperoleh gambaran yang lebih riil mengenai golongan masyarakat miskin yang selama ini aksesnya terhadap pelayanan listrik terhambat.

Sebelumnya, Menteri ESDM Ignasius Jonan mengaku terus berusaha agar tarif listrik semua golongan pelanggan bisa turun agar tidak lagi membebani masyarakat. “Komitmen pemerintah itu, sampai akhir tahun tidak ada kenaikan tarif. Malah kita berusaha per tiga bulan agar tarifnya itu, kalau bisa semua golongan, bisa turun,” katanya di sela kunjungan ke Pusat Pengatur Beban (P2B) Jawa Bali di Gandul, Depok, Jawa Barat, Kamis (15/6).

Menurut Jonan, pemerintah terus berupaya agar penurunan tarif listrik bisa terjadi. Salah satu cara adalah dengan meningkatkan efisiensi PLN sehingga harga jual listriknya dapat ditekan. Menteri Jonan dalam sejumlah kesempatan juga menyatakan, pencabutan subsidi Tarif Dasar Listrik (TDL) 900 VA bagi yang dianggap mampu dialihkan untuk membangun 2.500 desa yang belum teraliri listrik.

“Kalau ditanya efektif atau tidak, ya pelan-pelan lah. Kalau yang dianggap sudah tidak disubsidi sebaiknya tidak perlu disubsidi. Sehingga uangnya kan bisa untuk pengembangan kelistrikan ke daerah-daerah yang masih membutuhkan,” kata Jonan ketika mengunjungi Depo BBM di Plumpang, Jakarta, Rabu (14/6).

Menteri ESDM menjelaskan masih ada sebanyak 2.500 desa di Indonesia belum teraliri listrik sama sekali. Selain itu masih banyak 10.000 desa yang aliran listriknya masih minimal. Oleh karena itu pembangunan merata diperlukan untuk dapat mewujudkan energi berkeadilan.

Sebagaimana diwartakan, Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sofyan Basyir membantah ada kenaikan tarif dasar listrik (TDL) pada saat ini. “Tidak ada kenaikan TDL, karena kenaikan TDL itu tidak bisa diputuskan oleh PLN. Itu oleh pemerintah, harus izin DPR. Jadi tidak ada kenaikan TDL,” kata Sofyan Basyir usai mengikuti acara pembayaran zakat melalui BAZNAS di Istana Negara Jakarta, Rabu (14/6). Dia menjelaskan kenaikan yang terjadi merupakan penyesuaian tarif daftar listrik terhadap pelanggan 900 watt yang dicabut subsidinya. (ant)

BAGIKAN