Warga Jelupang Tuntut Ganti Rugi Serpong-Kunciran

35

BJ Online TANGSEL – Warga Kampung Kejaren, Kelurahan jelupang, Kecamatan Serpong Utara Kota Tangerang Selatan (Tangsel)  menuding PT Nur Akbar dan pihak Kantor Kelurahan Jelupang menyerobot lahan milik mereka. Warga menuduh pihak kelurahan telah menghilangkan surat kepemilikan tanah mereka. “Tanah ini milik saya, dari bapak saya sering berkebun di sini, sampai sekarang, saya tidak merasa menjual satu sentimeter pun tanah saya, dulu mah bukit, sekarang sudah diratain sama pihak PT Nur Akbar,” ungkap warga Jelupang,  Misi, 60 tahun.

Ia mengaku terpaksa melakukan unjuk rasa, karena permintaannya tidak kunjung dipenuhi oleh PT Nur Akbar untuk mengganti rugi lahan yang telah diserobot dan diratakan. “Lahan tanah saya kurang lebih ada 4000 meter, seumur tanah saya jadi sengketa di sini, saya pernah disodori uang Rp5 juta, saya tolak langsung. Uang itu dipake ngontrak setahun juga habis,” imbuhnya.

Pada akhirnya Misi memilih bertahan, sampai pihak perusahaan mengganti dengan harga yang sesuai. Namun bukannya mengabulkan permintaannya, menurut Misi pihak perusahaan justru kerap melakukan intimidasi terhadap warga yang tak mau meninggalkan rumahnya.

Sementara itu salah seorang pekerja dari PT Waskita Wanda, mengaku dirinya hanya menjalankan tugas. Dia menerangkan lahan tersebut merupakan lahan yang terlewati ruas tol Kunciran-Pondok Aren. “Kami sudah berjalan sejak 2 bulan yang lalu proses pengerjaan. Ditargetkan sampai akhir tahun depan pembangunan jalan ini selesai. Soal sengketa ini, kita enggak tahu, tapi peta bidang yang kita dapatkan sudah mengantongi izin proyek. Surat keterangan lahan tanpa sengketa pun sudah ada untuk melakukan proyek ini,” ujarnya.

Kendati demikian warga tetap menuntut agar proyek dan operasi alat berat diberhentikan, serta menuntut pihak kelurahan melakukan audiensi dengan warga beserta anggota dewan terkait nasib lahannya yang diduga diserobot itu. Adapun tanah warga yang terjerat sengketa berada di Jalan Jelupang Raya, RT6-5 RW 02 serta RT07/03. Seluas 13 Hektar, sebanyak 42 Girik dengan 50 Ahli Waris. (nov)

BAGIKAN