JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Grup musik Indonesia tidak hentinya membuktikan kapasitas di kancah musik internasional. Kali ini giliran band rock n roll asal Bandung, Speaker First yang menunjukkan taring.

Secara mengejutkan, grup yang sudah berusia 15 tahun itu berhasil mencuri perhatian pelaku industri musik di Amerika Serikat dan Inggris. Speaker First mengawalinya lewat beberapa penampilan di sana.

Adalah Willy Hidayat dari MyWill Entertainment yang membuka gerbang Speaker First bisa tampil di dua negara tersebut. Dia mengaku tertarik mengorbitkan band ini karena dinilai punya musikalitas yang original dan menarik.

“Saya dengar lagu mereka, baru deh mulai suka karena ada feel kayaknya ini yang selama ini saya cari,” kata Willy Hidayat kepada penulis.

Dari ketertarikan itu, Willy kemudian memperkenalkan karya Speaker First kepada Sat Bisla, dari ANR Worldwide Artist Developer di Amerika Serikat. Sat Bisla adalah orang yang banyak mengorbitkan banyak penyanyi terkenal dunia. Menariknya, dia ternyata juga tertarik pada karya band yang digawangi Athir Alkatiri (vokal), rocker kembar Benny Barnaby (gitar), dan Bonny Barnaby (gitar).

“Dia suka dan ngajak tampil jadi pembuka sebuah band. Setelah itu lagu Speaker First diputar di radio, dan disuruh tur tujuh kota di London,” ucap Willy.

Meski sempat terkendala visa, tur pertama Speaker First di London berjalan di luar ekspektasi. Tujuh venue berhasil dihajar dengan meriah. Terbukti dengan banyak antusias penonton hingga tiket ludes terjual.

“Padahal awalnya belum konfirm semua venuanya, tapi sambutan ternyata luar biasa. Kami mengadakan tur ini untuk tes pasar, ternyata seru banget,” ucap vokalis Athir.

Sepak terjang Speaker First semakin terlihat ketika mereka diundang tampil dalam MUSE EXPO 2017 di Amerika Serikat pada pekan lalu. Athir cs membuktikan diri sebagai band yang punya kapasitas untuk bersaing di sana.

Bak gayung bersambut. Tur London dan tampil di MUSE EXPO ternyata membawa berkah bagi Speaker First. Mereka kemudian dilirik oleh sejumlah label raksasa di Amerika Serikat. Menurut Willy, sedikitnya ada lima label yang antri menunggu persetujuan pihak Speaker First untuk tanda tangan kontrak.

“Setelah MUSE EXPO ada empat label yang tertarik. Kami lagi diskusi milih label mana yang cocok, ocok membesarkan Speaker First. Minggu depan kami putuskan,” jelasnya.

“Kami ingin label yang bisa mengcreate kami sebaik mungkin, kami ngga mau jatuh di lubang yang sama,” imbuh Benny Barnaby.

Sembari menunggu tekan kontrak, Speaker First telah ditunggu oleh beberapa jadwal untuk kembali tampil di luar negeri. Speaker First dijadwalkan beraksi dalam panggung musik rock paling bergengsi di dunia yakni di Woodstock Musik Festival di Polandia pada 3 Agustus 2017.

“Alhamdulillah sudah konfirmasi main di sana. Kami persiapkan sebaik mungkin karena bakal ada 150 ribu penonton, terutama persiapan mental. Kami akan tampilkan gimmickgimmick khas Indonesia seperti Gamelan, Barong Bali, Batik, dan lain lain.” imbuh Bonny. (pik)