JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Sedikitnya 600 pekerja menghadiri rapat persiapan terakhir mogok yang akan dilakukan pada 3-10 Agustus 2017.

Berdasarkan pantauan, Ketua Umum Serikat Pekerja JICT Nova Sofyan Hakim memberikan instruksi kepada seluruh pekerja untuk selalu berhati-hati dan tidak terprovokasi saat aksi mogok berlangsung.

Sebelumnya diberitakan, Direksi JICT sudah menutup semua area kantor sejak 2 Agustus atau lebih awal dari mogok pekerja.

Adapun potensi kerugian JICT yang terjadi akibat mogok diperkirakan mencapai Rp150-200 milyar. Kerugian ini belum termasuk langkah Direksi untuk mengganti setiap klaim rugi yang datang dari pelanggan.

Pekerja memutuskan mogok karena wanprestasi kesepakatan Direksi JICT terhadap pemenuhan hak yang sudah tercantum dalam PKB perusahaan. Diduga wanprestasi tersebut disebabkan uang sewa perpanjangan JICT yang dibayar tanpa alas hukum dan memotong hak-hak karyawan. Selain itu Pekerja juga menolak perpanjangan kontrak JICT yang terbukti merugikan negara Rp4,08 triliun. (grd)