JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Sukses menggelar Seminar Nasional Arsitektur Kampung Baduy pada 2016 lalu, Program Studi Arsitektur Universitas Budi Luhur kembali menggelar Seminar Nasional Arsitektur dalam rangkaia kegiatan SEMAR 2017 (Seni Mahasiswa Arsitektur), 1 Agustus. Seminar yang diselenggarkan Himanika (Himpunan Mahasiswa Arsitektur) kali ini mengusung tema Part of Nusantara Kampung Bena.

Dalam kesempatan ini, dihadirkan pembicara yang merupakan pakar arsitektur nusantara khususnya Kampung Bena. Prof. Dr. Ir. Josef Prijotomo, M.Arch dan Dr. Ir. Bambang Susetyanto, MT menyampaikan materi tentang arsitektur Kampung Bena. Sedangkan Ir. Gregorius Antar Awal, IAI menyampaikan materi tentang arsitektur nusantara. Seminar dipimpin dengan cakap oleh moderator Bukhi Prima Putri, ST yang merupakan alumni dari Arsitektur Universitas Budi Luhur.

Dalam pembukaannya Rektor Universitas Budi Luhur Prof. Dr. Sc. Agr. Ir. Didik Sulistyanto mengatakan, di wilayah Asia Tenggara, Indonesia termasuk Negara dengan begitu banyak kekayaan tradisionalnya. Manfaatkan seminar nasional seperti ini untuk menghasilkan tulisan bagi para peneliti-peneliti muda.

Sementara itu Kaprodi Arsitektur Universitas Budi Luhur Anggraeni Dyah S, ST, MT minta peserta mempelajari terlebih dahulu arsitektur tradisional yang ada di Indonesia, karena mungkin kita akan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mempelajari semuanya.

Seminar yang diminati hampir 500 peserta, tidak hanya berasal dari kalangan dosen maupun mahasiswa Universitas Budi Luhur, tetapi dihadiri oleh mahasiswa arsitektur se-Indonesia yang tergabung dalam kegiatan TKI-MAI (Temu Karya Ilmiah Mahasiswa Arsitektur Indonesia) yang bertepatan pelaksanaannya di Jakarta pada bulan Juli-Agustus 2017.

Kelanjutan dari seminar ini adalah kegiatan studi ekskursi oleh mahasiswa Arsitektur Universitas Budi Luhur ke Kampung Bena yang terletak di Kabupaten Ngada Nusa Tenggara Timur. (grd)