JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memperkirakan kontribusi investasi pada semester kedua 2017 akan lebih besar sehingga dapat memacu pertumbuhan ekonomi lebih tinggi.

“Dari sisi pengeluaran, semestinya yang bisa digenjot adalah investasi. Di semester kedua, investasi pemerintah akan lebih banyak terealisasi. Investasi swasta juga akan mulai menggeliat lagi,” kata Direktur Perencanaan Makro Dan Analisa Stitistik Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti saat dihubungi Antara di Jakarta, Selasa.

Pada Senin (7/8), Badan Pusat Statistik (BPS) merilis pertumbuhan ekonomi di triwulan II-2017 mencapai 5,01 persen, relatif stagnan karena sama dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2017.

Amalia menuturkan pertumbuhan ekonomi pada triwulan II-2017 lebih didorong oleh sektor jasa. Sektor transportasi selama triwulan kedua naik cukup tinggi di atas 8,4 persen karena didorong oleh Lebaran. Hal tersebut tercermin dari naiknya pertumbuhan transportasi kereta api (18 persen) dan transportasi udara (11,9 persen).

Sementara itu, sektor informasi dan komunikasi tumbuh cukup tinggi di atas 10 persen. “Kecenderungan orang untuk bertransaksi online, Lebaran dengan ucapan melalui SMS atau Whatsapp, serta penggunaan sosmed ikut berkontribusi terhadap naiknya pertumbuhan infokom,” ujar Amalia.

BPS mencatat kinerja investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang membaik telah memberikan kontribusi terhadap ekonomi pada triwulan II-2017 untuk tumbuh sebesar 5,01 persen (year on year). Pertumbuhan PMTB didorong oleh investasi berupa bangunan, kendaraan, dan peralatan lainnya.

Investasi berupa bangunan pada periode tersebut tumbuh seiring dengan meningkatnya aktivitas pada sektor konstruksi seperti pembangunan infrastruktur.

Selain itu, investasi juga didukung oleh realisasi belanja modal pemerintah pusat pada APBN 2017 sebesar Rp35,7 triliun atau meningkat 4,36 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. (grd/ant)