Wall Street (Jalan Wall) adalah sebuah nama jalan di pinggiran kota Manhattan di New York yang membujur mulai dari timur yaitu dari Broadway menuruni lembah ke arah South Street di East River, melewati pusat historis dari distrik keuangan Amerika yaitu Manhattan. Wall Street adalah gedung permanen pertama dari New York Stock Exchange, dan sepanjang waktu Wall Street menjadi nama dari gegografi sekitarnya.

NEW YORK (Bisnis Jakarta) – Saham-saham di Wall Street menguat mengirim Dow naik tipis ke rekor penutupan tertinggi kesembilan berturut-turut, sementara S&P berakhir sedikit lebih tinggi pada Senin (Selasa pagi WIB), dengan kenaikan sektor konsumen dan teknologi mengimbangi kerugian energi Namun volume perdagangan relatif ringan, karena para investor memiliki sedikit alasan untuk membuat taruhan besar bersamaan liburnya Kongres AS dan Presiden Donald Trump berlibur serta musim laporan laba perusahaan-perusahaan yang lebih kuat dari perkiraan mulai berakhir.

“Hari ini ada juga yang kurang yakin. Tidak ada alasan untuk menjadi penjual dan tidak ada alasan untuk menjadi pembeli pada tingkat ini, karena musim laba mulai berakhir dan Anda tidak memiliki banyak berita ekonomi minggu ini,” kata Robert Pavlik, kepala strategi pasar pada Boston Private Wealth di New York.

Beberapa investor melihat sektor-sektor berkinerja buruk, termasuk ritel, mengantisipasi peningkatan dari belanja back-to-school, menurut Rick Meckler, presiden LibertyView Capital Management di Jersey City, New Jersey. “Apa yang sebenarnya Anda lihat adalah rotasi sektor yang sangat kecil,” kata Meckler.

Kenaikan laba perusahaan-perusahaan kuartal kedua telah mendorong pasar yang lebih luas dalam beberapa pekan terakhir dan laporan ketenagakerjaan Juli yang kuat pada Jumat (4/8) menambahkan sentimen positif. Para analis, rata-rata, memperkirakan laba gabungan S&P 500 meningkat 12 persen pada kuartal kedua dan memproyekiksn laba naik 9,3 persen untuk kuartal September, menurut Thomson Reuters I/B/E/S.

Namun, peningkatan baru-baru ini juga memicu kekhawatiran merentangnya valuasi S&P, yang naik sekitar 11 persen tahun ini, diperdagangkan pada 18 kali perkiraan laba, dibandingkan rata-rata 10 tahun pada 14 kali, menurut Thomson Reuters Datastream. Dow Jones Industrial Average naik 25,61 poin atau 0,12 persen menjadi ditutup pada 22.118,42 poin. Terakhir kali Dow membukukan sembilan rekor penutupan berturut-turut pada Februari ketika itu mencatat 12 rekor penutupan berturut-turut S&P 500 naik 4,08 poin atau 0,16 persen menjadi berakhir di 2.480,91 poin dan indeks komposit Nasdaq menambahkan 32,21 poin atau 0,51 persen menjadi ditutup pada 6.383,77 poin.

Indeks kebutuhan pokok konsumen S&P, naik 0,7 persen, dan indeks teknologinya naik 0,6 persen adalah sektor unggulan pada hari ini. Dalam beberapa hari mendatang, investor akan meneliti hasil kuartalan dari pengecer mengingat persaingan dari pengecer online (daring) Amazon.com.

Saham Wal-Mart naik hampir satu persen. Tyson Foods, salah satu sektor kebutuhan pokok konsumen terbesar meningkat 5,7 persen setelah pengolah daging AS No.1 melaporkan keuntungan dan penjualankuartalan yang lebih besar dari perkiraan.

Sektor energi memimpin keterlambatan dengan penurunan 0,9 persen karena harga minyak turun tipis, karena meningkatnya kembali produksi dari lapangan minyak terbesar Libya, bersama dengan kekhawatiran tentang produksi yang lebih tinggi dari OPEC dan Amerika Serikat. Sekitar 5,29 miliar saham berpindah tangan di bursa AS dibandingkan dengan rata-rata 6,13 miliar selama 20 sesi terakhir. (grd/ant)