Inflasi Pekan Pertama Agustus Terjaga di Level 0,02 Persen

JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan inflasi pekan pertama Agustus 2017 cukup terjaga di level 0,02 persen (month to month/mtm). Menurut Agus di Jakarta, Rabu, laju inflasi tersebut jauh lebih rendah dibandingkan inflasi akhir Juli 2017 yang sebesar 0,22 persen (mtm).

Dengan terus terkendalinya inflasi, terdapat kecenderungan laju inflasi hingga akhir tahun akan berada di bawah empat persen (year on year/yoy) atau di rentang bawah sasaran BI di empat persen plus minus satu persen.

“Jadi kalau inflasi bisa tetap terjaga dan ada di kisaran empat persen plus minus satu persen dan ada kecenderungan di bawah itu. Kondisi itu menunjukkan bahwa inflasi terjaga,” kata Agus usai “Globalisasi Digital Optimalisasi Pemanfaatan Big Data” Agus menjelaskan, pemerintah telah menyatakan untuk tidak melakukan penyesuaian harga untuk elpiji tiga kilogram (kg). Dengan begitu, tekanan dari kelompok tarif yang diatur pemerintah (administered prices) akan semakin berkurang.

“Itu kalau tidak dilakukan penyesuaian subsidinya, jadi ke harga tidak akan terlalu pengaruh,” ujar dia.

Hingga Juli 2017, inflasi nasional secara tahunan berada di 3,88 persen (yoy). Pada Jumat (4/8) akhir pekan lalu, Agus mengatakan jika inflasi terus terjaga, tidak tertutup kemungkinan BI akan melonggarkan kebijakannya, guna memberikan stimulus terhadap perekonomian yang masih lesu.

“BI lihat inflasi yang terjaga. Kami akan betul-betul amati, kalau seandainya situasi terus menujukkan kondisi yang terjaga, tidak tertutup kemungkian untuk BI melakukan pelonggaran,” ujarnya. (grd/ant)