Pelaku UKM Manfaatkan Momentum Kebangkitan Sektor Pariwisata

DENPASAR (Bisnis Jakarta) – Sektor pariwisata Indonesia mengalami kebangkitan dengan meningkatnya jumlah turis yang berkunjung. Momentum ini diharapkan akan mampu membangkitan potensi UKM di daerah-daerah tujuan wisata. Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM Hermawan Kartadjaja mengatakan, pariwisata merupakan satu-satunya industri yang memerlukan keterlibatan masyarakat atau komunitas.

Dia menegaskan majunya pariwisata, maka sektor UKM juga akan maju. ’Misal kita mau beli oleh-oleh di mana, mau home stay di mana. Asal masyarakatnya sadar mau mengambil peran itu. Kalau ndak tahu, ya gimana, UKM ndak akan maju-maju,’’ kata Hermawan saat mengikuti pembukaan Britama Sanur Village Festival (BSVF) 2017 di Denpasar.

Hermawan mengatakan masyarakat jangan hanya jadi penonton dan pekerja. Pariswata diharapkan akan menumbuhkan pelaku-pelaku UKM baru. “’Masyarakat jangan hanya cuma kerja di hotel, tapi bukalah homestay, janganlah jadi pemandu wisata, tapi bukalah travel agent kecil-kecilan tapi segmented. Jangan cuma jadi karyawan toko souvenir, tapi coba jadi pengusaha souvenir dengan buka toko sendiri walau kecil-kecilan,’’ kata Hermawan.

Sementara itu, Ketua Bidang Manajemen Usaha Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Bintang Puspayoga mengungkapkan, acara BSVF mampu menyedot partisipasi yang besar dari masyarakat. “’Ini luar biasa, seluruh potensi masyarakat di Sanur dan Denpasar dapat terlibat mulai dari kuliner, kerajinan, juga fashion, termasuk melibatkan PKK dan Karang Taruna setempat,” kata Bintang yang juga istri Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga. Model acara BSVF dinilai patut dikembangkan di daerah lain. Dalam acara ini ada sinergitas antara pemerintah daerah dan melibatkan semua unsur usaha di masyarakat.

BSVF 2017 dibuka oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya. ‘’Sanur ini merupakan model terbaik festival pariwisata berbasis komunitas di Indonesia,’’ kata Arief. Arief mengungkapkan, Bali merupakan destinasi wisata terbaik di dunia bahkan mengungguli London dan Paris. Kendati demikian, di tataran Asean, tingkat pertumbuhan wisata di Indonesia baru sebesar 23 persen, berada di urutan kedua setelah Vietnam dengan 24 persen. “’Semoga tahun ini Indonesia akan jadi destinasi wisata terbaik di Asia,’’ kata Arief lagi.

Kementerian Pariwisata juga mengundang sejumlah daerah untuk mengikuti Sanur Village Festival 2017 ini. Contohnya, Pemerintah Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, juga membuka stand. Bulan depan, Pandeglang akan menyelenggarakan Festival Tanjung Lesung. “Saya selalu mengirim para pemangku kepentingan dari daerah lain untuk belajar ke Sanur tentang membangun pariwisata berbasis komunitas. Sanur menjadi inspirasi percontohan bagi destinasi wisata daerah lain,” ujar Arief. Menurut IB Gede Sidharta Putra, ketua panitia BSVF 2017, jumlah partisipasi komunitas jauh meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya.

BSVF tahun ini merupakan acara tahunan yang ke-12, mulai dari 9 – 13 Agustus 2017. Dia berharap omzet penjualan kegiatan bertaraf internasional ini kembali meningkat dari tahun sebelumnya sebesar Rp 16 miliar. (son)