JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Pasar Industri kecantikan Indonesia merupakan pasar ketiga terbesar di Asia. Ini menjadi peluang besar bagi pelaku industri kecantikan untuk menguasai pasar Indonesia yang sedang berkembang. Melalui Pameran  Beauty Profesional Indonesia 2017 di JCC Jakarta, PT Indonesia Trade Exposition menghadirkan tren-tren terkini di dunia kecantikan sekaligus mempertemukan para pelaku industry kecantikan dari mancanegara.

Menurut Project Director PT Indonesia Trade Exposition, Patricia Medina, Indonesia adalah pasar yang memikat bagi pelaku industri kecantikan karena tingkat pengeluarannya yang tinggi untuk perawatan dan produk-produk kecantikan. “Hal ini disebabkan oleh karakter orang Indonesia yang suka coba-coba berbagai merk produk kecantikan,” nilainya di sela-sela pembukaan, di JCC hari ini.

Pameran yang berlangsung pada 12-14 Agustus ini berfokus padabisnis estetika, kecantikan, spa dan perawatan rambut dengan menghadirkan perusahaan-perusahaan industry kecantikan dari Indonesia, Korea, Jepang, Malaysia, Singapura, Taiwan, Thailand, dan Turki. “Berbagai produk serta tata cara perawatan kecantikan dipamerkan dan diperagakan kepada pasar bisnis kecantikan di Indonesia,” tambahnya.  Pada kegiatan kali ini, jumlah eksibitor mengalami peningkatan 25 persen yang mewakili lebih dari 300 merk dari dalam dan luar negeri.

Menurut data Menteri Perindustrian, nilai ekspor produk kosmetik Indonesia pada 2015 mencapai 818 juta dolar AS atau setara Rp11 triliun. Sementara nilai impor pada tahun yang sama mencapai 441 juta dolar AS, artinya terjadi surplus sekitar 85 persen.

Selama pameran berlangsung juga akan digelar seminar dan workshop menarik tentang kecantikan. Beberapa kegiatan tersebut antara lain, workshop make up pengantin by Anggun, formulasi kosmetik by Budi Andhika, Strategi menjadi Pengusaha Bisnis Kecantikan & Kosmetik, 3D haircut tutorial for young generation & professional hairstylist,s eminar Etno Spa Indonesia dan berbagai seminar lainnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kemenperin, Gati Wibawa Ningsih menyatakan, pameran ini bisa mempromosikan dan meningkatkan kualitas serta daya saing produk-produk asli Indonesia dalam industri kecantikan. “Ini merupakan langkah dan terobosan yang tepat untuk membantu para industri kecil menengah dalam bidang kosmetik, spa dan rambut untuk dapat mempertahankan eksistensinya,” ujarnya. (grd)