TANGSEL (Bisnis Jakarta) – Rencana revitalisasi dan perluasan pasar ciputat kota Tangerang Selatan (Tangsel) dikhawatirkan rawan polemik saat pembebasan lahan. Untuk itu proses tersebut diharapkan dapat berjalan lancar dan tidak mengecewakan warga. “Sekitar 150 KK yang akan dibebaskan. Harapannya semoga lancar dan tidak ada yang dirugikan,” ungkap Lurah Ciputat, Cecep Iswadi.

Lebih lanjut Cecep mengatakan sejauh ini masyarakat yang tanahnya akan dibebaskan cukup antusias dalam menyerahkan berkas kepada tim panitia dari Dinas permukiman dan pertanahan serta Dinas perindustrian dan perdagangan Tangsel. “Pro dan kontra pasti ada, tapi sejauh ini masih bisa diselesaikan. Masyarakat sudah banyak yang sadar jika tanah akan digunakan untuk kepentingan umum,” imbuhnya.

Menurut Cecep untuk perluasan pasar ciputat ada dua RW dari warga yang saat ini masih menunggu keputusan nilai dari tim apraisal. “Yang kena pemberkasan RW 8 dan 9. Semoga dengan revitalisasi ini pasar ciputat akan lebih maju apalagi ini pasar tertua di Tangsel,” pungkasnya. (nov)

Baca Juga :   Pemilu 2019, Hanura OSO yang Bisa Daftarkan Bacaleg