OTP Maskapai Membaik

41

JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Meski terjadi lonjakan penumpang selama libur lebaran, namun tingkat ketepatan waktu maskapai tercatat membaik. “Koordinasi pengawasan pelayanan angkutan udara selama angkutan lebaran 2018 memberikan efek positif  terhadap tingkat ketepatan waktu (on time performance/OTP) maskapai penerbangan. Terbukti adanya peningkatan OTP selama angkutan lebaran 2018 dibandingan OTP harian,” kata Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso dalam Evaluasi Angkutan Lebaran 2018 di Jakarta, Senin (24/6).

Dari sisi tarif, kata Indroyono, selama masa angkutan lebaran 2018 ini juga tidak terdapat Badan Usaha Angkutan Udara Berjadwal (BUAUNB) atau maskapai penerbangan berjadwal yang menerapkan tarif di atas 100 persen dari tarif batas atas sesuai kelompok pelayanan dalam Peraturan Menteri Perhubungan no. PM 14 Tahun 2016.

Juga tidak ada maskapai yang menerapkan biaya tambahan berupa asuransi perjalanan, pesanan makanan, pilihan tempat duduk tertentu dengan tambahan layanan seperti makanan dan minuman dan lain-lain yang tidak sesuai dengan Surat Persetujuan Menteri Perhubungan yang telah diberikan.

Selain itu, dengan gencarnya sosialisasi melalui media elektronik dan media sosial, serta sweeping atau penindakan yang dilakukan bekerjasama dengan pihak AirNav dan Kepolisian setempat membuat jumlah laporan pilot terkait balon udara di lintasan penerbangan cenderung berkurang.

OTP maskapai selama Lebaran ini, kata dia, rata-rata 78,12 persen, naik dari rata-rata harian yang hanya sebesar 74,88 persen. Upaya yang dilakukan diantaranya dengan edukasi kepada masyarakat untuk melakukan reservasi jauh hari sebelum keberangkatan, penyederhanaan pola rotasi pesawat, serta penyediaan informasi tentang jadwal keberangkatan di bandar udara, membuahkan hasil yang positif.

Selama masa angkutan Lebaran 2018 ini, terdapat 13 maskapai berjadwal yang beroperasi dengan jumlah armada sebanyak 538 pesawat. Juga  terdapat penambahan bandara yang dipantau oleh Ditjen Hubud yaitu Bandara Domine Eduard Osok – Sorong. Penambahan bandara ini didasarkan pada hasil evaluasi bahwa pergerakan jumlah penumpang berangkat di bandara tersebut mengalami peningkatan selama Lebaran tahun-tahun lalu. Serta untuk dapat merepresentasikan pergerakan penumpang agar lebih tersebar ke seluruh Nusantara.

Sementara itu, pemeriksaan atau ramp check pada maskapai penerbangan berjadwal dan tidak berjadwal juga dilakukan di 36 (tiga puluh enam) lokasi bandara pemantauan. Jumlah pemeriksaan pesawat udara sebanyak 2.882 pemeriksaan dan pemeriksaan per individual (registrasi PK) sebanyak 599 pesawat.

Dari hasil pengamatan, total  jumlah penumpang domestik dan internasional di 36 bandara tersebut selama H-8 hingga H+7,  tercatat jumlah penumpang yang melampaui prediksi sebelumnya. Jumlah realisasi penumpang meningkat 1,08 persen yaitu 5.933.945 penumpang dibanding prediksi yaitu 5870.823 penumpang.  Jumlah ini juga meningkat 5,35 persen dibandingkan jumlah realisasi penumpang tahun lalu yang sebanyak 5.632.393 penumpang. Jumlah realisasi penumpang domestik tahun 2018 sebanyak 5.061.297 penumpang dan internasional sebanyak 872.648 penumpang.

Pertumbuhan penumpang arus mudik 2018 tertinggi terdapat pada Bandara Soekarno-Hatta, dengan total sebanyak 818,415 penumpang. “Terkait dengan isu adanya lonjakan tarif angkutan udara menjelang atau selama yang sempat beredar di media massa, berdasarkan hasil pengawasan di lapangan hal itu tidak terbukti,”

Sedangkan terkait balon udara, pada tanggal 14 – 22 Juni 2018 terdapat laporan pilot (pilot report) terkait balon udara sebanyak 106 laporan. Lokasinya tersebar di atas wilayah udara Ponorogo, Pekalongan, Wonosobo, Kebumen, Batang dan Ambarawa. Ketinggian balon udara bervariasi sampai dengan 38.000 ft.  Untuk itu Airnav Indonesia sudah menerbitkan 5 NOTAM terkait adanya kegiatan aktifitas balon udara di wilayah tersebut.

Terkait hasil-hasil positif yang sudah didapat oleh sektor perhubungan udara ini, Agus selaku otoritas penerbangan nasional menyampaikan terimakasih sebesar-besarnya kepada para stakeholder penerbangan nasional. Baik itu regulator, operator dan masyarakat yang sudah bekerjasama dan bekerjakeras mematuhi dan menjalankan peraturan dan SOP yang sudah ditetapkan. “Tak lupa ini semua berkat pertolongan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan kekuatan kepada kita semua bangsa Indonesia sehingga bisa melaksanakan angkutan Lebaran 2018 dengan sukses. Semoga pada tahun-tahun mendatang angkutan Lebaran khususnya di bidang transportasi udara bisa lebih baik dan lebih sukses demi bangsa dan negara Indonesia yang kita cintai ini,” pungkas Agus. (son)