JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar mengatakan forum Indonesia Pacific Parliamentary Partnership On Human Development and Maritime Sustainability (IPPP) atau Kemitraan Parlemen Pasifik Indonesia untuk Pembangunan Manusia dan Kelestarian Maritim, merupakan forum fenomenal dalam sejarah keparlemenan Indonesia.

“Forum ini menjadi fonomenal dalam sejarah keparlemenan Indonesia karena baru pertama kali digagas dalam rangka kerjasama antar parlemen dengan negara-negara Asia Pasifik,” ucap Indra Iskandar di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (20/7).

Untuk itu, ia berharap DPR juga pemerintah Indonesia jeli memanfaatkan momen ini dalam memberikan public awareness (kesadaran masyarakat) tentang diplomasi parlemen.

Apalagi tema penyelenggaraan sidang mengambil tema ‘Pembangunan Sumber Daya Manusia dan Keberlanjutan Maritim” yang sejalan dengan diplomasi pemerintah dalam mencari terobosan baru untuk mengembangkan kerjasama kemitraan di berbagai bidang, khususnya ekonomi, dengan negara-negara di Kawasan Pasifik.

Sidang yang akan berlangsung tanggal 23-24Juli 2018 di Jakarta ini, mengagendakan tiga sesi pembahasan, yaitu pertama Membangun Kemitraan untuk Pembangunan, kedua Upaya Parlemen Mendorong Potensi Blue Economy demi Keberlanjutan Sumber Daya Kelautan, dan ketiga Pembangunan Sumber Daya Manusia untuk Mendorong Pertumbuhan ekonomi, baik di Indonesia maupun di kawasan Pasifik.

Sidang IPPP yang akan dibuka langsung Wakil Presiden RI Jusuf Kalla dan akan dihadiri 15 negara Anggota Pacific Islands Forum (PIF) diantaranya Cook Islands, Micronesia, Fiji, Kiribati, Nauru, Nieu, Palau, Papua Nugini, Marshall Islands, Samoa, Solomon Islands, Tonga, Tuvalu, Polynesia dan Kaledonia Baru.

Indra berharap sidang kali ini dapat menjadi gerbang baru bagi kerja sama antar-parlemen yang lebih luas antara Indonesia dengan negara-negara Pasifik sehingga program-program kerja sama baru dalam kerangka kemitraan parlemen dapat terwujud.

Di tempat sama, Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika, Kementerian Luar Negeri, Desra Percaya mengakui pertemuan ini akan tercatat dalam sejarah keparlemen Indonesia karena untuk pertama kali parlemen Indonesia menggelar forum internasional dengan negara-negara Asia Pasifik.

“Ini memang fenomenal karena pertemuan ini menjadi pertemuan pertama parlemen Indonesia dengan dengan negara-negara Asia Pasific. Ini merupakan inisiatif Indonesia dan sejalan dengan program pemerintahan Presiden Joko Widodo yang terbukti dalam beberapa kesemopatan menerima kunjungan para pimpinan dan kepala negara dari Asia Pasifik,” terang mantan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri ini.

Desra meyakini, negara-negara Asia Pasifik hampir semuanya luas geografinya kecil dan berpenduduk sedikit, sangat berkepentingan dengan negara besar seperti Indonesia yang memiliki luas wilayah luas dan memiliki jumlah penduduk sangat banyak.

“Tantangan Asia Pasifik saat ini adalah perubahan iklim. Karena negara-negara Asia Pasifik rentan dengan global warning. Naik saja suhu dunia satu derajat maka negara-negara itu akan hilang tenggelam oleh lautan,” ungkapnya.

Oleh karena itu, para pemimpin negara-negara Asia Pasifik sangat berharap Indonesia yang dikenal sebagai paru-paru dunia, dapat menjaga keberlangsungan hutan dan lingkungan, agar perubahan iklim secara drastis tidak terjadi karena akan membahayakan negara-negara tersebut. (har)