DEPOK (Bisnis Jakarta) – Dalam tiga hari melakukan razia pelajar yang kerap membolos, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok mengklaim telah mengamankan 25 pelajar di lokasi yang tak seharusnya berada di saat jam belajar.

Kepala Satpol PP Kota Depok, Yayan Arianto mengatakan pihaknya menjangkau siswa di pusat perbelanjaan, warung internet (warnet) dan di tempat umum lainnya di Kota Depok. Namun, pihsk mengakui lokasi yang paling banyak ditemukan pelajar bermain game online warnet.

Menurutnya kini pelajar merasa aman dan nyaman untuk membolos di warnet. Sehingga warnet merupakan lokasi favorit yang dijadikan para siswa. Untuk itu, sekaligus sebagai penegakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2015, pihaknya menggandeng Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) untuk mensosialisasikan Perda penyelenggaraan komunikasi dan informatika.

Sementara, untuk memberi efek jera para pelajar yang membolos Satpol PP berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) dan Inspektorat Kota Depok untuk menegakan kedisiplin pelajar. Selanjutnya, setelah didata para siswa dilaporkan ke sekolah yang bersangkutan dan pelajar tersebut akan diberikan pembinaan.

“Kegiatan ini bisa memberikan efek jera ke 25 pelajar yang berhasil kami amankan dan ke depannya tidak ada lagi siswa yang kedapatan membolos saat jam belajar,” katanya. (jif)

Baca Juga :   BPPK Kemenlu-UBL Sepakat Implementasikan Tridarma