DEPOK (Bisnis Jakarta) – Diklaim dapat meningkatkan kerukunan dan persaudaraan antarumat di Kota Depok. Kementerian Agama (Kemenag) Kota Depok mengumpulkan tak kurang dari 80 unsur Aparatur Sipil Negara (ASN), non-ASN, dan tokoh lintas agama dibina Kerukunan Umat Beragama (PKUB).

Asisten Hukum dan Sosial (Huksos) Sekretariat Daerah (Setda) Kota Depok, Sri Utomo mengatakan keberadaan tokoh agama memiliki peran sebagai mitra pemerintah dalam membangun bangsa. Sebab kerukunan agama tercipta, ketika masing-masing elemen masyarakat menjalankan peranannya dengan baik.

“Tokoh agama harus menjadi teladan bagi warganya dalam menjalankan kehidupan beragama mereka,” kata Sri Utomo di Aula Kemenag Depok.

Selain itu, Kepala Kemenag Kota Depok Asnawi mengajak kepada para peserta selalu menjaga nama baik Kota Depok. Salah satu upayanya dengan saling menghormati dan menjaga perbuatan atau ucapan dari hal-hal yang bersifat menghina atau provokatif. Karena dalam beberapa kasus terkadang persoalan kecil seperti pertengkaran antartetangga atau keluarga bisa jadi pemicu persoalan lebih besar.

“Untuk menghindari hal-hal yang tak kita inginkan. Tokoh lintas agama perlu adanya pembinaan terkait kerukunan umat dan silaturahmi.” Katanya.

Sementara itu, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Depok, Habib Muhsin Ahmad Alatas menjelaskan, tokoh atau pemimpin organisasi masyarakat (ormas) keagamaan perlu mengembangkan interpretasi teks-teks agama yang memiliki semangat perdamaian. Para tokoh juga perlu pengembangan dialog kerukunan umat beragama secara kontinu dan kreatif.

“Tokoh agama memiliki peran untuk mencerahkan keberagamaan umat dan membangun sikap yang menarik simpati dan menghindarkan sikap permusuhan dan mendiskreditkan ajaran agama yang dianut orang lain.” Ujarnya. (jif)