KMP Bandeng Karam, Ini Yang Dilakukan Kemenhub

    206
    JAKARTA (Bisnis Jakarta)-
    Kemenhub akan melakukan langkah-langkah pengetatan untuk keselamatan pelayaran pasca musibah karamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Bandeng di perairan Loloda, Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, Rabu (15/8). "Bapak Menteri sebetulnya sudah mengantisipasi kejadian serupa sejak adanya kejadian di Danau Toba dan Selayar, saya dan Dirjen Perhubungan Laut juga sedang melakukan perbaikan pada semua aspek keselamatan pelayaran,” kata Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi di Jakarta, Kamis (16/8).

    Dirjen Budi juga menjelaskan bahwa dalam pertemuannya dengan Menhub, dirinya ditarget untuk memperbaiki kondisi 5 lokasi pelayaran angkutan sungai danau, dan penyeberangan yaitu di Palembang, Kalimantan Utara, Batam, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Barat.

    KMP Bandeng sebelumnya bertolak dari Pelabuhan Tobelo menuju Bitung pada Selasa (14/8) pukul 20.00 WIB dengan membawa muatan 12 unit kendaraan, 15 orang penumpang, dan 17 awak kapal yang terdaftar di manifest. KMP Bandeng ditemukan hilang kontak dan lost monitor pada Rabu (15/8) pukul 09.00 WIB. Setelah itu, KMP Bandeng ditemukan berubah haluan yang semula menuju Bitung, kemudian putar balik ke arah Tobelo diperkirakan akibat cuaca buruk. "Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) langsung melakukan pertolongan dan evakuasi, termasuk juga dibantu oleh PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ternate, BPTD Maluku Utara, Polair dengan mengerahkan 2 unit Kapal Negara milik BNPP dan 1 unit kapal milik ASDP, termasuk nelayan setempat juga dilibatkan dalam pertolongan,” ujar Dirjen Budi.

    Hingga saat ini telah berhasil dievakuasi 46 orang selamat dengan rincian 45 orang telah dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Ternate untuk dilakukan penanganan lebih lanjut oleh tenaga medis dan  1 orang lainnya berhasil dievakuasi kapal patroli KNP. 375 milik Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Soa Sio. Namun hingga saat ini masih ada 5 orang korban yang dalam proses pencarian.

    Ira Puspadewi, selaku Direktur Utama PT. ASDP Indonesia Ferry menyatakan bahwa kejadian ini merupakan musibah, namun yang patut diapresiasi adalah usaha tim pencarian sehingga jumlah korban yang sudah ditemukan dan dalam keadaan selamat berjumlah 46 orang dari total 51 orang. “Meski demikian, korban yang ditemukan telah 100% menggunakan life jacket dan aspek SOP telah dijalankan dengan baik dan tepat,” ucap Ira.

    Ira menyatakan bahwa ketika kapal berangkat, nakhoda telah mendapat izin dari otoritas pelabuhan dan cuaca saat berangkat pun cukup bersahabat, namun di tengah jalan cuaca buruk dan nakhoda melaporkan untuk kembali ke Tobelo. Selain itu, semua dokumen dan lisensi yang dimiliki KMP Bandeng terbukti valid. KMP Bandeng pun tidak melanggar muatan, saat kejadian memang membawa 12 truk namun kapal mampu mengangkut hingga maksimum 20 truk, sehingga kapasitasnya masih dibawah batas maksimum. "Spesifikasi KMP Bandeng sebagai berikut; panjang kapal 45 meter, panjang garis tegak 40 meter, lebar 11 meter, tinggi geladak 3,2 meter, gross tonage 457 GT, dengan kapasitas muat penumpang sebanyak 314 orang,” kata Dirjen Budi mendeskripsikan KMP Bandeng. (son)