Gunadi, Solo Rider Jakarta-Himalaya

    36
    JAKARTA (Bisnis Jakarta)-
    Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Budi Setiyadi melepas Gunadi, Solo Ride Jakarta-Himalaya. Rute  sepanjang 15.000 kilometer itu memakan waktu mulai 26 Agustus hingga 28 Oktober 2018 mendatang. Prosesi pelepasan dihadiri beberapa anggota komunitas motor berlangsung di Halaman Kemenhub Jakarta, Minggu (26/8).

    Kegiatan Solo Ride yang dilakukan oleh Gunadi ini akan melewati 5 negara yakni Malaysia, Thailand, Myanmar, Nepal, India dengan membawa pesan Salam Persaudaraan Tanpa Batas (Brotherhood Has No Border). "Gunadi dalam perjalanannya membawa pesan yaitu safety riding, sosialisasi pembangunan jalan di Indonesia, dan menjalin persahabatan dengan negara lain yang dilalui selama perjalanan," kara Dirjen.

    Menurut Budi, misi yang dibawa Gunadi ini juga tentang pemuda Indonesia yang penuh keberanian untuk bisa sampai ke Himalaya, sama seperti perjuangan orang-orang Indonesia yang dulu juga berani memperjuangkan Indonesia. "Ini adalah kesempatan besar untuk memperkenalkan Indonesia terlebih saat ini kita sebagai tuan rumah Asian Games 2018,” kata Dirjen Budi.

    Dalam kesempatan itu, Gunadi menyatakan, perjalanannya selama 70 hari tersebut membutuhkan koordinasi dari beberapa pihak, oleh karenanya Gunadi mempersiapkan beberapa hal antara lain dokumen, persiapan fisik, dan kondisi kendaraan. “Saya juga memberi informasi ke biker Indonesia mengenai prosedur safety riding, dan untuk kendaraan jarak jauh juga harus disesuaikan medan. Motor yang dibawa nanti adalah buatan Indonesia dari pabrik di Semarang. Prinsipnya selama berkendara saya menghindari riding malam, jam 6 pagi-6 sore dan tiap 2 jam berhenti,” kata Gunadi.

    Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Royke Lumowa yang juga hadir dalam acara tersebut mengingatkan agar Gunadi berhati-hati di jalan, dan jaga keselamatan. Beri warna tentang Indonesia bahwa orang Indonesia tertib berlalu lintas. "Yang melanggar itu hanya sebagian kecil saja tapi karena yang melanggar menarik perhatian jadi ramai. Saya sampaikan salam dari Kapolri, semoga selamat sampai ke Himalaya," katanya.

    Sebelum pelepasan, dilakukan penandatanganan komitmen bersama aksi keselamatan jalan kesiapan dalam berkendaraan sepeda motor. Dalam komitmen bersama tersebut tertulis antara lain memastikan kondisi fisik pengendara dalam keadaan sehat, memastikan kondisi dan kelengkapan dokumen kendaraan, menggunakan perlengkapan keselamatan dalam berkendara, mentaati peraturan dan tertib dalam berkendara di jalan, beristirahat jika lelah, tidak memaksakan diri untuk terus berkendara, berhenti setiap dua jam untuk melakukan peregangan badan.

    Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Dirjen Budi dan Kakorlantas Roy Lumowa, perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Konsulat Jenderal Nepal di Indonesia, pihak sponsor, maupun Freeriders Indonesia. (son)