TANGSEL (Bisnis Jakarta) – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) hingga kini mencatat baru 866 anak yang memiliki Kartu Identitas Anak (KIA). Disdukcapil pun mengejar target sekitar 350 ribu anak di Tangsel yang belum memiliki KIA, dapat segera terdata sampai periode 2019.

“KIA belum banyak (dicetak) karena dikolektif di sekolah-sekolah,” ungkap Kepala Disdukcapil Dedi Budiawan.

Lebih lanjut Dedi mengatakan, untuk mengejar target tersebut, Disdukcapil juga menggandeng pihak sekolah secara kolektif untuk membantu mendata anak-anak yang berada di Tangsel. “Kami terus berupaya menggencarkan program KIA yang diusung oleh Kementrian Dalam Negeri sejak awal 2018,” imbuhnya.

Disdukcapil Kota Tangsel pun membuat program khusus demi meningkatkan angka kepemilikan identitas anak itu. Diantaranya sejumlah gerai di Tangsel akan memberikan potongan harga jika dapat menunjukkan KIA. Seperti diskon pembelian buku di Gramedia Teraskota, gerai gerai makanan sampai Bank BJB pun turut bergabung dalam memberikan potongan harga maupun kemudahan membuka rekening sendiri untuk program khusus Kartu Identitas Anak (KIA).

“Ya, Disdukcapil melakukan kerja sama atau kemitraan dengan beberapa kewirausahaan dan perbankan,” tandasnya. (nov)