TANGSEL (Bisnis Jakarta) – Gabungan elemen mahasiswa di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengaku keberatan atas kebijakan penutupan akses putaran arah atau U-Turn di depan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Pasalnya koridor Jalan Ir H Djuanda sudah kerap terjadi kemacetan arus lalu lintas sehingga kondisinya semakin semrawut setelah U-Turn ditutup sejak sepekan terakhir.

“Kami apresiasi niatan Dishub Tangsel ingin mengurai kemacetan. Tapi menurut kami salah langkahnya,” ungkap Wakil Ketua BEM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Raharjo.

Lebih lanjut Adi mengatakan, sebelum U-Turn depan kampus UIN ditutup setiap hari koridor yang dikenal dengan Jalan Raya Ciputat itu volume kendaraan yang melintas sangat tinggi. Dua pemicu lainnya karena pejalan kaki yang menyebrang dan angkutan perkotaan ngetem sembarangan.

“Meski jalan kaki atau angkot berhenti semenit saja, itu udah bikin macet,” imbuhnya.

Pihaknya menawarkan solusi agar pemerintah daerah mau membuatkan Jembatan Penyebrangan Orang (JPO). Menurutnya, JPO yang berada di depan Kopertais tidak efektif. Selain surat protes dari rektor UIN, lanjut Adi, jawaban dari Ika, Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Tangsel dinilai tak konstruktif.

“Kami hanya diperlihatkan gambar video lewat drone yang memperlihatkan tidak macet. Itu kebohongan namanya, silahkan mereka tongkrongin Jalan Raya Ciputat sepanjang hari,” tandasnya. (nov)