DEPOK (Bisnis Jakarta) – Tujuh pelajar Madrasah Aliah (MA) Techno Natura, Asal Kota Depok mengharumkan prestasi di tingkat dunia internasional. Para pelajar tersebut, berhasil membawa pulang medali perunggu (bronze medall), setelah menempati urutan tiga dalam perlombaan robot, The FIRST Global Challenge (FGC) 2018 di Meksiko.

Dari keterangan resminya Kepala MA Techno Natura, di Kecamatan Cimanggis, Riza Wahono mengatakan, sekolahnya merupakan satu-satunya perwakilan dari Indonesia di ajang robotik internasional. Dirinya merasa terhormat, anak didiknya mampu bersaing dengan 186 negara di dunia dan berhasil berada di posisi tiga.

“Penghargaan yang didapat merupakan bukti bahwa imajinasi dan kreativitas anak-anak Indonesia, khususnya Kota Depok mendapatkan pengakuan dari orang-orang hebat di tingkat dunia,” katanya.

Pihaknya menjelaskan saat itu Tim Robotic Indonesia membuat Robot D2L Dark to Light (dari kegelapan menuju cahaya). D2L dibuat memenuhi tantangan tema lomba, yakni Energy Impact. Robot saat itu dirancang agar memenuhi tugas seperti memutar kincir angin, membawa bahan bakar ke dalam mesin pembangkit listrik, memasang panel surya dan membawa zat radioaktif ke dalam reaktor. “Untuk poin yang diperoleh dihitung dari jumlah energi yang dihasilkan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Depok, Asnawi mengatakan, raihan positif ini juga tidak bisa dilepaskan dari pendidikan dan pembinaan yang dilakukan madrasah tersebut kepada anak didik mereka. Selain pelajar MA Techno Natura, Asnawi menuturkan, ada banyak pelajar madrasah lainnya yang berprestasi.

Pihak menyebutkan pelajar Madrasah Ibtidaiah (MI) Al-Muhajiriyah Kecamatan Cinere sukses menjuarai Kids Witness News (KWN) tingkat nasional yang digelar Panasonic Gobel, juara 1 tingkat provinsi dalam ajang Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat Provinsi Jawa Barat, dan Madrasah Tsanawiah (MTs) Alkautsar Kecamatan Sukmajaya yang berhasil meraih juara 2 dalam Lomba Pengolahan limbah Industri Plastik yang diadakan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

“Prestasi yang didapatkan sangatlah membanggakan dan patut diapresiasi setinggi-tingginya. Tentu juga, menjadi pembuktian sekarang eranya, Madrasah Hebat Bermartabat,” katanya. (jif)