JAKARTA (Bisnis Jakarta) – Ribuan warga Kalimantan Barat (Kalbar) perantauan di Jakarta, Depok, Bekasi, Bogor, Tangerang, dan sekitarnya, berkumpul di kediaman Wakil Ketua MPR Oesman Sapta Odang, Sabtu (15/9). Mereka berkumpul di kediaman putra asli Kalimantan Barat itu, untuk acara ‘Seprahan Seperantauan Masyarakat Kalbar’. Sekaligus menggalang dana untuk membantu korban gempa bumi di Lombok. Hasilnya, terkumpul Rp 676 juta, yang nantinya akan diserahkan melalui Gubernur Kalbar, Sutarmidji.

Hadir pula pada acara itu, sejumlah tokoh asal daerah itu, seperti Wakil Presiden IX, Hamzah Haz, Gubernur Kalbar Sutarmidji, Rektor Universitas Tanjungpura, serta Bupati dan Walikota di wilayah Kalbar.

Gubernur Kalbar Sutarmidji mengatakan, kalau ada sosialisasi model seperti ini merupakan bentuk kegiatan yang sangat luar biasa. Acara sosialisasi itu disebut selain peserta mendengar materi sosialisasi, juga merupakan bentuk implementasi Empat Pilar. “Dengan hadir dalam acara ini, mengingatkan kita bahwa Kalbar adalah bagian dari NKRI”, ujarnya.

Wakil Presiden Ri ke 9 Hamzah Haz juga memberikan wejangan. Kepada yang hadir, ia mengatakan sebagai warga bangsa kita harus melaksanakan Pancasila. “Khususnya Sila Pertama”, ungkapnya. Sila Ketuhanan yang Maha Esa ini menurut pria asal Ketapang, Kalbar, itu perlu mendapat perhatian. Ini ditekankan sebab kalau Sila Pertama tak diamalkan akan membuat moral bangsa ini jatuh,” katanya.

Apa yang disampaikan Hamzah Haz itu, disebut sudah disampaikan dua tahun yang lalu, baik kepada Presiden Jokowi, tokoh ummat Islam maupun tokoh non-Muslim. “Kita perlu memperbaiki moral dengan agama. Sebagai ummat mayoritas, diharapkan ummat Islam bersikap yang baik. Kalau ummat Islam baik, maka baiklah Indonesia,” ujarnya.

Sebagai pembicara dalam sosialisasi, Oesman Sapta dalam pemaparan mengatakan nilai-nilai Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan perekat bangsa. “Ini merupakan pertahanan terakhir bangsa Indonesia,” ujar OSO, panggilan akrabnya.

Hal ini ditegaskan, kata Oesman, karena Indonesia mendapat ancaman intervensi bangsa asing. Dirinya mengharap agar semua ingat asal-usul kita. “Kita harus ingat dari mana asal kita,” ujarnya.

Menurut Oesman, bila semua anak bangsa ingat asal-usul atau daerahnya maka Indonesia akan maju. “Saya ingin membangun kampung kelahiran saya, Sukadana, Kayong Utara, Kalbar,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan, dalam membangun semuanya harus diawali dari daerah. Pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah saat ini, diakui oleh Oesman Sapta berhasil.

Dia pun menceritakan, “dulu orang-orang Kalbar pergi ke Serawak, Malaysia, dan berfoto di sana. Dalam foto itu terlihat keindahan dan bagusnya kota negeri jiran,” ujarnya. Namun sekarang, menurutnya, sudah terbalik.

“Orang-orang Serawak sekarang pergi ke Kalimantan Barat dan berfoto keberhasilan pembangunan di perbatasan,” ujar Ketua Umum DPP Partai Hanura ini.

Kemajuan yang terjadi, menurut Oesman, karena masyarakat Kalbar selain terbuka juga sangat menjunjung sikap kekeluargaan. “Warga Kalbar tak pernah membeda-bedakan. Ini sesuai dengan nilai-nilai Empat Pilar,” ujarnya menambahkan.

Menurut Oesman, sosialisasi dalam bentuk seperti itu akan menjadi rutinitas tahunan. “Kita sudah lama melakukan hal yang demikian,” katanya.

Acara yang meriah itu disebut oleh OSO itu tak sekadar kumpul-kumpul. “Di sini kita menggalang dana untuk korban pa Lombok dan erkumpul Rp 676 juta,” katanya. “Nanti akan diserahkan oleh Bapak Gubernur,” OSO menambahkan. (har)